Lindungi Konsumen, BBPOM Yogyakarta Periksa Makanan Takjil di Maguwoharjo Sleman
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta melaksanakan kegiatan intensifikasi pengawasan takjil di sentra kuliner yang berjualan di
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta melaksanakan kegiatan intensifikasi pengawasan takjil di sentra kuliner yang berjualan di depan Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (28/4/2021).
Pantauan dilokasi, petugas BBPOM, satu per satu mengambil sampel makanan dari sejumlah lapak pedagang.
Intensifikasi pengawasan takjil dipimpin langsung oleh Kepala BBPOM Yogyakarta Dra Dewi Prawitasari MKes. Turut hadir pula, Bupati Sleman Dra Hj Kustini Sri Purnomo.
Orang nomor satu di Bumi sembada itu, melihat langsung bagaimana BBPOM memeriksa makanan yang menjadi sampel pemeriksaan.
Baca juga: BREAKING NEWS: Buntut Bocornya Soal ASPD, Kepala SMPN 4 Depok Sleman Mengundurkan Diri
Kepala BBPOM Yogyakarta, Dewi Prawitasari mengatakan, total ada 38 sampel makanan yang diperiksa.
Di antaranya, seperti cilok, batagor, harumanis, teri hingga aneka minuman.
Pemeriksaan menggunakan metode rapid tes dan dalam waktu lima menit hasilnya sudah keluar.
"Semuanya negatif dari bahan berbahaya. Artinya, makanan aman untuk dikonsumsi. Tidak ditemukan makanan yang mengandung formalin, boraks, ataupun pewarna non-pangan yang disalahgunakan," kata dia.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo bersyukur sampel makanan yang diperiksa semuanya tidak ada yang mengandung bahan berbahaya.
Itu artinya, sosialisasi yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Sleman kepada masyarakat, terutama produsen makanan sudah dapat diterima dengan baik.
"Karena penjual juga akan bertanggungjawab, ketika makanan yang di pasarkan mengandung bahan berbahaya," ujar Kustini.
Menurutnya, kegiatan intensifikasi pemeriksaan makanan yang dilakukan oleh BBPOM itu sangat penting.
Sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat, soal pentingnya mengonsumsi makanan yang sehat.
Kustini juga berpesan kepada pedagang yang sampel makanannya telah diperiksa dan hasilnya bagus, agar tetap dipertahankan.
"Jangan coba-coba dengan mencampurkan bahan berbahaya. Saya berharap, masyarakat menerapkan anjuran BBPOM agar semuanya tetap sehat," harap dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pemeriksaan-sampel-makanan-di-sentra-kuliner-yang-ada-di-depan-stadion.jpg)