Breaking News:

Berita Kesehatan

Inilah Keajaiban Puasa Bagi Kesehatan yang Sudah Dibuktikan Para Ahli

Para ahli menemukan bahwa membatasi asupan makanan di siang hari dapat membantu mencegah masalah kesehatan seperti kolesterol tinggi, penyakit jantung

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
shutterstock via hello sehat
Ilustrasi saluran pencernaan 

TRIBUNJOGJA.COM - Ramadan adalah bulan paling suci dalam kalender Islam. Sehingga kehadirannya pun sangat ditunggu-tunggu oleh umat muslim di seluruh dunia. Ini merupakan momen spiritual di mana umat muslim bisa mendapatkan limpahan pahala yang tak bisa diperoleh di bulan lainnya.

Praktiknya, bulan puasa melibatkan pembatasan akivitas semisal makan dan minum, hingga pengendalian nafsu dari mulai fajar hingga matahari terbenam.

Umat ​​Muslim diperintahkan untuk berpuasa selama bulan Ramadan sejak lebih dari 1.400 tahun yang lalu. Sementara itu, orang Yunani kuno merekomendasikan puasa untuk menyembuhkan tubuh. Dan hari ini beberapa ilmuwan menganjurkan puasa yang dimodifikasi untuk manfaat mental dan fisiknya.

Baca juga: TIPS Berpuasa untuk Penderita Asam Lambung

Dikenal sebagai puasa intermiten, puasa yang dimodifikasi ini hadir dalam beberapa bentuk yang mengharuskan tidak makan selama 12, 16, atau 24 jam sekaligus. Bentuk lain, yang dikenal sebagai puasa 5: 2, menganjurkan pembatasan kalori (hanya makan antara 500 dan 600 kalori) selama 36 jam, dua kali seminggu.

Eat Stop Eat, sebuah buku oleh Brad Pilon yang diterbitkan pada tahun 2007, merekomendasikan untuk tidak makan selama 24 jam sekali atau dua kali seminggu, memberikan kebebasan kepada individu untuk memutuskan kapan harus memulai dan mengakhiri puasa mereka.

Baca juga: TIPS Sehat dan Bugar Selama Puasa Ramadhan ala dr Zaidul Akbar, Wajib Punya Ini di Rumah

Pada tahun 2012, Michael Mosley merilis dokumenter TVnya Eat, Fast and Live Longer dan menerbitkan buku terlarisnya The Fast Diet, keduanya didasarkan pada konsep 5: 2 tentang puasa intermiten.

"Dalam The Fast Diet saya menganjurkan bentuk puasa yang disebut 'makan terbatas waktu'," kata Mosley kepada Al Jazeera.

“Ini melibatkan hanya makan dalam jam-jam tertentu, mirip dengan bentuk puasa yang dilakukan umat Islam selama Ramadan".

“Manfaat yang telah terbukti termasuk peningkatan kualitas tidur dan bukti penurunan risiko beberapa jenis kanker, khususnya kanker payudara," paparnya.

Baca juga: Manfaat Berpuasa bagi Kesehatan Mental

Manfaat puasa

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved