Breaking News:

Muncul SE Pelarangan Mudik, Para Pekerja Migran Asal DIY Terancam Tak Bisa Pulang Kampung

Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan para pekerja migran yang masih berada di negara

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan para pekerja migran yang masih berada di negara penempatan belum dapat pulang ke kampung halaman.

Meski tahun 2021 ini tidak ada pemberangkatan calon pekerja migran, namun BP2MI DIY memperkirakan ada sekitar 800 pekerja migran Indonesia (PMI) asal DIY-Jawa Tengah masih tertahan di negara penempatan.

Kepala BP2MI DIY Diah Andarini telah mengetahui adanya larangan mudik bagi pekerja swasta maupun pekerja migran di luar negeri, seiring terbitnya Surat Edaran (SE) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang mengimbau supaya para pekerja swasta dan pekeria migran asal Indoneaia menunda mudik lebaran tahun ini.

Baca juga: Sleman City Hall Adakan Sleman Creative Bazaar, Upaya Dukung Industri Kreatif dan Pemulihan Ekonomi

Menindak lanjuti hal itu, pihaknya hingga saat ini belum mendapat informasi apakah para pekerja migran yang masih di negara penempatan telah mengajukan izin untuk pulang ke tanah air.

"Dari mitra kami di negara penempatan belum ada informasi apakah ada yang meminta izin pulang ke tanah air," katanya, kepada Tribun Jogja, Minggu (18/4/2021)

Diah menambahkan, hingga kini BP2MI masih terus berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait dalam upaya pengawasan para PMI yang hendak mudik ke kampunh halaman.

Ia menjelaskan, untuk PMI asal DIY kebanyakan penempatan dilakukan di negara Malaysia.

Ia menuturkan, sampai saat ini otoritas Malaysia belum membuka keran bagi pekerja migran asal Indonesia khususnya dari DIY.

Namun demikian, dirinya mengakui masih banyak warga DIY yang tertahan di negara penempatan lainnya.

"DIY itu kan banyak penempatan di Malaysia. Sementara tahun ini kan tidak ada pemberangkatan. Namun kami memastikan masih ada beberapa yang tertahan tidak bisa pulang karena pandemi," tegasnya.

Sementara, Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP2MI DIY Sri Purwanti menambahkan, dirinya memperkirakan masih ada 800 PMI asal DIY yang belum bisa pulang ke kampung halaman.

Sementara BP2MI hanya memfasilitasi kepulangan para pekerja Migran yang bermasalah, atau yang habis masa kontraknya.

Baca juga: Rusak Hutan Mangrove, Warga Bantul Tolak Tambang Pasir di Muara Sungai Opak, Minta Polisi Tak Diam

"Ya per tahun kan ada 800 sampai 1.500 PMI yang berangkat. Perkiraan kami ya ada sekitar 800 PMI yang belum pulang, data pastinya saya tidak hafal," katanya.

Menurutnya, selama ini kepulangan para PMI kebanyakan dilakukan secara mandiri, karena mayoritas PMI asal DIY yang berangkat keluar negeri merupakan pekerja formal.

"Jadi ya kalau mereka pulang tinggal pulang, karena kami hanya memberangkatkan PMI pekerja formal. Cuma untuk mudik tahun ini memang belum jelas kepastiannya, tergantung negara penempatannya juga," terang dia.(hda)

Penulis: Miftahul Huda
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved