Breaking News:

Rusak Hutan Mangrove, Warga Bantul Tolak Tambang Pasir di Muara Sungai Opak, Minta Polisi Tak Diam

Warga Srigading, Kapanewon Sanden dan Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek melakukan aksi unjuk rasa di muara Sungai Opak.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi Hutan Mangrove 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Warga Srigading, Kapanewon Sanden dan Kalurahan Tirtohargo, Kapanewon Kretek melakukan aksi unjuk rasa di muara Sungai Opak.

Unjuk rasa tersebut dilakukan karena menolak penambangan pasir pantai ilegal di daerah tersebut. 

Koordinator Aksi, Setyo mengatakan penambangan pasir ilegal terjadi sejak lama.

Ada ratusan penambang pasir yang melakukan penambangan ilegal di daerah tersebut. 

Baca juga: Kenangan Pemain PSS Sleman Irkham Zahrul Mila di Stadion Mahanan Solo

"Dari lima tahunan ke belakang itu banyak, kalau dihitung-hitung ada 100 sampai 150 datang dan pergi. Penambang ada yang lokal dan ada yang dari luar," katanya, Minggu (18/04/2021).

Ia menyebut dampak penambangan pasir ilegal tersebut berdampak pada kerusakan alam.

Salah satunya adalah hutan mangrove yang musnah.

Menurut dia, hutan mangrove memiliki banyak manfaat.

Selain untuk antisipasi gelombang tinggi, mangrove juga bisa menjadi daya tarik wisata dan penelitian. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved