Breaking News:

Sleman City Hall Adakan Sleman Creative Bazaar, Upaya Dukung Industri Kreatif dan Pemulihan Ekonomi

Sleman City Hall (SCH) yang bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sleman Creative Bazaar

TRIBUNJOGJA/ Taufiq Syarifudin
Kepala Disperindag Kabupaten Sleman bersama pihak Sleman City Hall buka kegiatan Sleman Creative Bazaar, Minggu (18/4/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sleman City Hall (SCH) yang bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman menyelenggarakan Sleman Creative Bazaar guna mendukung kemajuan industri kreatif.

Kegiatan yang diikuti oleh 33 tenant akan dibuka selama tiga bula kedepan dari 18 April 2021 hingga 18 Juli 2021 di Bauty Hall Lantai 1 SCH.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, RR Mae Rusmi Suryaningsih mengungkapkan dalam pidatonya ketika membuka kegiatan tersebut, bahwa kegiatan itu sebagai bentuk dukungan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca juga: Bikin Kenyang Lama, Inilah Rekomendasi Jenis Makanan Saat Sahur

"Dari kegiatan ini juga manfaatnya luar biasa, karena di tengah pandemi, teman-teman masih tetap produksi. Serta memamerkan hasil kreatifitasnya secara terbuka. Nanti kita berharap dengan bantuan media teman-teman bisa akan datang ke sini, hingga perekonomian UMKM kembali menggeliat," ujarnya, Minggu (18/4/2021).

Dalam bazaar tersebut, Mae menyebutkan, selain UMKM di Yogyakarta, beberapa UMKM daerah lain seperti Jakarta dan Kebumen.

Ia berharap dengan adanya perserta dari daerah lain, bisa meningkatkan kreatifitas dan pemasaran.

"Mudah-mudahan dengan lintas daerah ini  menjadikan pembelajaran, seperti kerja sama sehingga meningkatkan kreatifitas dan pemasaran bagi pelaku usaha," katanya.

Beberapa produk yang dipamerkan di bazaar tersebut antara lain, produk fashion dan batik, dari England by Nyudi, Olivia Bintangi, Corry Catsubi & Hami Iriani, serta Indah Darry.

Selain itu ada juga produk perhiasan, sepatu, sandal, tas, buket bunga, dan kerajinan tangan yang dapat ditemui oleh pengunjung di SCH.

Baca juga: Rusak Hutan Mangrove, Warga Bantul Tolak Tambang Pasir di Muara Sungai Opak, Minta Polisi Tak Diam

Tak lupa Mae mengucapkan terimakasih kepada pihak SCH karena telah menyediakan ruang dan turut mendukung upaya program pemerintah Kabupaten Sleman untuk pemulihan ekonomi.

"Terimakasih kepada SCH yang telah alokasikan ruangannya sebagai bentuk dukungan dan upaya pemulihan ekonomi di Sleman. Terlebih pemerintah Sleman telah meluncurkan slogan borong bareng, yang disahkan melaui surat keputusan bupati sleman tahun 2020," paparnya.

"Saya yakin komoditas temen-temni ini memiliki daya saing yang tinggi, karena produk ini unggul, tidak kalah dengan produk kerajinan dengan negeara lain," tandas Mae. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved