Buah Bibir

BUAH BIBIR : Zakia El Muarrifa Senang Kembali Menikmati Ramadan di Kampung Halaman

Setelah dua tahun merantau di Melbourne, Australia, Zakia dapat kembali berkumpul bersama keluarga di Indonesia.

Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Zakia El Muarrifa 

TRIBUNJOGJA.COM - Ramadan tahun ini menjadi ramadan yang dinanti oleh Zakia El Muarrifa (29).

Setelah dua tahun merantau di Melbourne, Australia, dirinya dapat kembali berkumpul bersama keluarga di Indonesia.

Perempuan yang pernah mengenyam studi Sastra Inggris di Universitas Gadjah Mada ini baru saja kembali ke Indonesia usai merampungkan studi Master of Interpreting and Translation Studies di Monash University.

Zakia, sapaan akrabnya, mengaku kangen dengan suasana ramadan di Indonesia.

"Ramadan kali ini tentu berbeda dengan Ramadan tahun-tahun kemarin. Kali ini bisa puasa Ramadan dengan keluarga kembali," ujarnya.

Baca juga: BUAH BIBIR - Rima Ariska Geluti Profesi Penyiar Radio Selama 7 Tahun

"Kemarin-kemarin harus Ramadan sendiri. Itu saja sebenarnya yang paling dikangeni dari Ramadan di Indonesia," sambungnya.

Saat berada di perantauan, ia mengaku cukup mudah mendapatkan kuliner khas Indonesia.

"Kalau soal makanan, alhamdulillah di Melbourne banyak yang jual makanan Indonesia. Banyak juga orang-orang Indonesia yang open PO. Mulai dari rendang, sampai martabak, bakso, dan mie ayam, semuanya ada," urainya.

Meski tersedia menu kuliner Indonesia, ia mengaku harganya jauh lebih mahal dibanding di Indonesia.

"Meski ya memang harganya kalau dikurskan ke rupiah pasti jauh lebih mahal dibanding dengan harga pasaran di Indonesia. Mungkin itu juga yang bikin kangen, harga makanan yang murah," ujar perempuan asal Sleman ini.

Kata dia, di Melbourne juga banyak toko-toko yang menjual bahan makanan Indonesia dan Asia.

Namun, baginya tak ada yang lebih bikin kangen saat ramadan yakni makanan pinggir jalan di Indonesia yang banyak bermunculan saat ramadan.

"Kalau sebelum masa pandemi, sering ada buka bersama. Yang menyelenggarakan biasanya komunitas-komunitas muslim gitu. KJRI Melbourne juga pasti ngadain. Jadi bisa sekalian makan makanan khas Indonesia kalau bukber di KJRI," urainya.

Selain kuliner, Zakia juga punya pengalaman beribadah tarawih dan Salat Id di Melbourne yang berbeda dari Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved