Breaking News:

Buah Bibir

BUAH BIBIR - Rima Ariska Geluti Profesi Penyiar Radio Selama 7 Tahun

Cita-cita menjadi penyiar radio sudah muncul sejak Rima Ariska masih sekolah, karena diyakini sesuai dengan passion-nya.

istimewa
Rima Ariska 

TRIBUNJOGJA.COM - Menjadi seorang penyiar radio di era serba digital seperti sekarang jelas bukan hal yang mudah.

Sosok bernama Rima Ariska ini pun mengisahkan suka dukanya menjalani profesi itu, sejak kisaran tujuh tahun lalu.

Dirinya mulai merintis karir di dunia penyiaran selepas lulus dari bangku perkuliahan pada 2014 silam.

Ia pun mengakui, cita-cita menjadi penyiar radio sudah muncul sejak masih sekolah, karena diyakini sesuai dengan passion-nya.

Baca juga: BUAH BIBIR - Denisa Aulia Fahira Pelajari Empat Bahasa Asing

"Karena aku emang hobi ngomong, cerita, dan suka banget didengerin. Terus, aku juga pengen menginspirasi banyak orang lewat suara," ujar penyiar Radio Edukasi besutan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Bahkan, saking menikmatinya, Rima merasa profesi ini tak seperti pekerjaan pada umumnya, yang sarat tuntutan, dan sebagainya.

Namun, ia menyadari, seiring perkembangan zaman, kompetensi penyiar harus turut meningkat.

"Ya, rasanya jadi penyiar itu, menyalurkan hobi tapi dibayar. Nah, sekarang, karena internet sudah semakin masif, para penyiar radio juga dituntut belajar terus," jelasnya.

"Kita harus rajin-rajin baca berita, memperluas wawasan, karena apa yang disampaikan harus benar-benar valid, ya, informasi di radio nggak bisa diralat," imbuh Rima.

Baca juga: BUAH BIBIR : Gloria Setyvani Putri Geluti Profesi Wartawan, Ibarat Sekolah Gratis

Namun, lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi UMY tersebut bukannya tak pernah menemui kendala ketika melakukan aktivitas siaran.

Satu hal yang tak pernah ia lupakan adalah, saat siaran dalam keadaan hati yang penuh kegalauan.

"Itu dukanya seorang penyiar. Kalau suasana hati lagi galau, kita harus pintar-pintar menyembunyikan. Sebagai penyiar, kita kan dituntut selalu ceria," terangnya.

Tidak berhenti di situ, sebagai penyiar radio, ia juga harus bersedia menjalani siaran malam.

Beruntung, meski Rima kini sudah berkeluarga, serta dikaruniai satu momongan, karirnya masih langgeng, tanpa kendala berarti.

"Risiko, harus mengorbankan waktu. Keluarga mendukung. Sekarang kan aku punya anak, masih balita, ya. Jadi, kalau siaran malam, gantian suamiku yang tugas jaga. Selama saling mengerti, nggak masalah," katanya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved