Breaking News:

Kabupaten Sleman

RT dan RW Zona Merah di Kabupaten Sleman Dilarang Gelar Salat Tarawih Berjamaah di Masjid

RT dan RW Zona Merah di Kabupaten Sleman Dilarang Gelar Salat Tarawih Berjamaah di Masjid

Tribunjogja/Ahmad Syarifudin
Kasubag TU Kemenag Kabupaten Sleman, Tulus Dumadi (tengah) bersama Kabag Kesra Iriansyah, Dinas Kesehatan dan Satpol-PP saat menggelar jumpa pers soal pelaksanaan Ibadah ramadhan di Kabupaten Sleman, Selasa (6/4/2021) 

TRIBUN JOGJA.COM, SLEMAN - Bulan RamadHan sebentar lagi tiba. Pelaksanaan ibadah salat tarawih secara berjamaah di Masjid yang ada di Kabupaten Sleman diperbolehkan sesuai surat edaran dari Kementerian Agama nomor 03/2021.

Namun demikian, pelaksanaanya dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Di samping itu, pelaksanaan ibadah tarawih berjamaah di masjid juga diminta memperhatikan keputusan gugus tugas di masing-masing wilayah. 

Sebab, sesuai Intruksi Bupati Sleman nomor 8/INSTR/2021 tentang perpanjangan PPKM berbasis mikro mengatur bagi wilayah RT yang masuk kategori zona oranye dan merah, maka salah satu pengendaliannya adalah dengan menutup sementara tempat ibadah.

Kasubag TU Kemenag Kabupaten Sleman, Tulus Dumadi meminta takmir maupun pengelola Masjid taat dengan keputusan zonasi yang berlaku. 

"Kalau wilayah zona oranye dan merah tidak diperbolehkan aktifitas ya, seyogyanya pelaksanaan ibadah selama Ramadhan, dilakukan di rumah masing-masing," kata dia, Selasa (6/4/2021). 

Sama halnya dengan jamaah yang merasa sakit, memiliki penyakit komorbid, lansia maupun yang rentan terserang penyakit, dianjurkan agar beribadah di rumah saja.

Menurut Tulus, ibadah tarawih berjamaah di masjid di luar zona merah dan oranye boleh dilaksanakan namun tetap mengikuti Protokol Kesehatan. 

Baca juga: RT dan RW Zona Merah Covid-19 di Kota Yogya Dilarang Menggelar Salat Tarawih Berjamaah di Masjid

Baca juga: Kapasitas Maksimal Masjid di DI Yogyakarta Dibatasi 50 Persen Saat Salat Tarawih Berjamaah

Di antaranya, mengenakan masker, kapasitas ruangan dibatasi maksimal 50 persen, sehingga antar jamaah bisa saling menjaga jarak.

Diimbau membawa mukena atau sajadah masing-masing. Kemudian, pelaksanaan pengajian, kultum ataupun ceramah menjelang tarawih diperbolehkan asal durasi maksimal 15 menit. 

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved