Breaking News:

Kulon Progo

Motif Pembunuhan Dua Wanita Muda di Kulon Progo, Tersangka Ingin Kuasai Harta Korban

Motif remaja di Kulon Progo, NAF (21) membunuh dua wanita dalam kurun waktu 11 hari karena faktor ekonomi.

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/ Sri Cahyani Putri
Pelaku kasus pembunuhan dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Kulon Progo. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Motif remaja di Kulon Progo, NAF (21) membunuh dua wanita dalam kurun waktu 11 hari karena faktor ekonomi.

Pelaku ingin menguasai harta milik para korbannya.

Hal itu terungkap setelah polisi melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku.

"Motor milik kedua korban diambil oleh tersangka. Pertama motor milik DSD (21) dijual di wilayah Magelang dan masih dalam pencarian. Sementara motor milik TS (21) dititipkan di parkiran Stasiun Wates dan sudah diamankan," kata Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto, Selasa (6/4/2021). 

Adapun cara tersangka menghabisi nyawa kedua korban melalui minuman bersoda yang diberi 3,5 tablet obat sakit kepala. 

Setelah korban mengonsumsi minuman tersebut memberikan efek samping yang membuat korban kejang-kejang dan tak berdaya. 

"Di saat itu juga kepala korban dibenturkan ke lantai yang mengakibatkan matinya korban dengan luka memar dan pendarahan pada bilik otak kepala sisi belakang sehingga menyebabkan penekanan pusat pernapasan dan mati lemas (asfiksia)," ucapnya. 

Baca juga: Tersangka Pembunuhan Dua Perempuan Muda di Kulon Progo Ternyata Seorang Residivis

Baca juga: Keluarga Korban Sempat Rasakan Firasat Buruk Sebelum Tragedi Pembunuhan TS di Dermaga Wisata Glagah

Diberitakan Tribun Jogja sebelumnya, DSD merupakan warga Gadingan, Kapanewon Wates yang dibunuh oleh NAF pada 23 Maret 2021 lalu sekitar pukul 12.30 WIB di Wisma Sermo. 

Kemudian mayatnya ditemukan sekitar pukul 17.00 WIB oleh warga yang sedang mencari rumput. 

Sedangkan TS, warga Paingan, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih yang dibunuh pada 2 April 2021 malam di Dermaga Wisata Glagah. 

Atas kasus itu, polisi sementara menerapkan pasal 338 dan 365 KUHP dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara. 

Namun apabila terdapat unsur perencanaan akan diterapkan pasal pembunuhan berencana yakni pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup. (Tribunjogja/Sri Cahyani Putri)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved