Update Corona di DI Yogyakarta

Klaster Takziah Merebak di Dua Padukuhan di Sleman, Akses Keluar dan Masuk Dijaga Ketat  

Untuk sementara, akses keluar - masuk di Padukuhan Plalangan juga ditutup dan dijaga ketat. Pukul 23.00 - 05.00 jalan kampung ditutup secara total.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Dukuh Plalangan Pandowoharjo Sleman, Jamaludin, (baju putih), sedang berjaga di pintu keluar- masuk kampung Plalangan. Akses jalan sementara dijaga ketat, untuk membatasi tamu yang datang, sebab muncul klaster Takziah di kampung tersebut. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dua padukuhan di Kabupaten Sleman, tepatnya di Padukuhan Plalangan, Pandowoharjo, Sleman dan Padukuhan Blekik, Sardonoharjo, Ngaglik menjadi klaster penularan virus corona.

Kasus pertama yang muncul di dua padukuhan tersebut hampir sama, berawal dari takziah karena ada seorang warganya yang meninggal dunia.

Saat ini, dua padukuhan dilakukan pembatasan atau "lockdown lokal". Akses keluar dan masuk dijaga ketat. 

Dukuh Plalangan, Pandowoharjo, Sleman, Jamaludin bercerita, saat ini sudah ada 25 warganya yang terkonfirmasi positif terpapar virus Corona.

Penularan bermula ketika 28 Februari lalu ada seorang warga Plalangan yang meninggal dunia (bukan karena COVID-19).

Yang datang takziah cukup banyak, baik dari warga kampung hingga sanak keluarga dari luar daerah. 

Baca juga: BREAKING NEWS : Klaster Baru Muncul di Padukuhan Blekik Sleman, 40 Orang Terpapar COVID-19

Beberapa hari kemudian, setelah prosesi pemakaman, dari pihak keluarga ada yang sakit dan dites ternyata positif.

Tracking kemudian massif dilakukan. Menyasar terhadap orang - orang yang diduga kontak erat. 

"Hasilnya, yang pertama kena ada 15 orang," kata dia, ditemui Senin (29/3/2021) 

Setelah itu, dilakukan pemantauan secara berkala.

Ternyata setiap hari, jumlah warga yang dinyatakan positif terus mengalami penambahan.

Hingga saat ini, total ada 25 warga kampung Plalangan yang positif.

Sebanyak 15 orang di antaranya sudah sembuh dan selesai dari isolasi.

Namun, pihaknya mencurigai masih ada penularan.

Sebab, saat ini ada 12 warganya yang bergejala menyerupai COVID-19, seperti demam, batuk dan pilek. 

Baca juga: Berawal dari Takziah, Puluhan Orang di Dusun Blekik Sardonoharjo Terpapar Covid-19

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved