Update Corona di DI Yogyakarta

Klaster Takziah Merebak di Dua Padukuhan di Sleman, Akses Keluar dan Masuk Dijaga Ketat  

Untuk sementara, akses keluar - masuk di Padukuhan Plalangan juga ditutup dan dijaga ketat. Pukul 23.00 - 05.00 jalan kampung ditutup secara total.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Dukuh Plalangan Pandowoharjo Sleman, Jamaludin, (baju putih), sedang berjaga di pintu keluar- masuk kampung Plalangan. Akses jalan sementara dijaga ketat, untuk membatasi tamu yang datang, sebab muncul klaster Takziah di kampung tersebut. 

Selang setelah itu, ternyata pihak keluarga ada yang positif. 

Tracing dan testing segera dilakukan.

Tracing hari pertama menyasar 170 warga.

"Yang positif saat itu ada 23 orang," ucap dia.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di DIY Bertambah 127 Kasus, 179 Pasien Dilaporkan Sembuh

Hari berikutnya tracing kembali dilakukan dengan total mencapai 360 orang, dan 44 orang di antaranya dinyatakan positif. 

Yuli mengatakan, warga yang positif saat itu diminta isolasi.

Awalnya, akan dilakukan Isolasi mandiri di rumah.

Namun dengan pertimbangan keamanan dan risiko.

Pihaknya bersama Satgas Kapanewon mengusulkan agar warga yang positif diisolasi di selter rusunawa Gemawang.

Saat ini semua pasien, kata dia, sudah aman dan terkendali. 

"Sekarang kampungnya di lockdown total," kata Yuli. Akses di posko diawasi oleh babinsa, bhabinkamtibmas beserta satgas Kapanewon dan Kalurahan.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved