Update Corona di DI Yogyakarta
Klaster Takziah Merebak di Dua Padukuhan di Sleman, Akses Keluar dan Masuk Dijaga Ketat
Untuk sementara, akses keluar - masuk di Padukuhan Plalangan juga ditutup dan dijaga ketat. Pukul 23.00 - 05.00 jalan kampung ditutup secara total.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Karena itu, untuk memutus mata rantai penularan, seluruh warga Kampung Plalangan mengikuti swab antigen dan antibodi secara massal di gedung SD Negeri Nyaen II, kampung setempat, pada Senin (29/3/2021).
Tujuannya, untuk memastikan kesehatan seluruh warga Plalangan.
"Total yang mengikuti tes ada 392 warga," tutur dia.
Bukan hanya itu, untuk sementara, akses keluar - masuk di Padukuhan Plalangan juga ditutup dan dijaga ketat.
Tamu di luar domisili tidak diperbolehkan masuk.
Bahkan di pukul 23.00 - 05.00 jalan kampung ditutup secara total.
Pembatasan akses ini sudah dilakukan sejak 16 - 29 Maret 2021 dan rencananya akan diberlakukan perpanjangan.
"Lockdown rencananya akan diperpanjang sampai Jumat depan," kata dia.
Kasus penularan corona hampir sama juga terjadi di Padukuhan Blekik, Sardonoharjo, Ngaglik.
Baca juga: UPDATE Covid-19 Indonesia Senin 29 Maret 2021 Pagi, Tambah 4.083 Pasien, Berikut Peta Sebarannya
Penewu Ngaglik, Subagyo mengatakan, hingga saat ini sudah ada 44 warga Blekik yang dinyatakan positif covid-19.
Tracing dan testing sudah dilakukan. Menyasar sekitar 360 warga.
Kasus tersebut saat ini sedang ditangani oleh Satgas Kapanewon, Kalurahan hingga Puskesmas.
Kepala Puskesmas Ngaglik, dr. Yuli Khamidah berkata, kasus penularan bermula dari ada seorang warga Blekik meninggal dunia sekitar pertengahan Bulan Maret.
Kemudian digelar acara tahlilan.
Menurutnya, tahlilan bukan hanya diikuti oleh warga Blekik namun diikuti juga oleh warga 3 padukuhan sekitarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/klaster-takziah-merebak-di-dua-padukuhan-di-sleman-akses-keluar-dan-masuk-dijaga-ketat.jpg)