Setahun Dihantam Pandemi, Pembudidaya Ikan di Magelang Mulai Bangkit
Geliat usaha dan budidaya perikanan di sentra bibit ikan Ngrajek II, Mungkid, Kabupaten Magelang mulai kembali bangkit setelah sempat berhenti
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Kurniatul Hidayah
Bibit ikan itu biasa dijual keluar kota dan diperuntukkan bagi para kelompok tani atau pembudidaya ikan. Pasar mereka biasa menyasar di daerah Jogja, Solo, Klaten, hingga sejumlah kota lain di Jawa Tengah.
Masa pandemi juga membuat para pembudidaya ikan di daerah itu mulai beralih memasarkan bibit ikan melalui daring. Cara itu dinilai tepat di tengah pembatasan dan larangan aktivitas selama Covid-19.
Baca juga: Disperindag DIY Pastikan Persediaan dan Harga Bahan Pokok Tetap Terjaga Jelang Ramadhan
"Saya biasa sebagai grosir dan yang jual dan posting di sosial media biasa teman-teman di sini dan itu saya lihat cukup lumayan juga aktivitasnya," imbuh dia.
Pembudidaya ikan lainnya, Nur Septian mengaku hal serupa. Menurutnya pasar di daring biasanya di dominasi oleh para pembudidaya pemula dan hanya membeli bibit ikan dalam jumlah kecil.
"Biasa kalau yang sudah pemain gede dia langsung ke pembeli dan jarang main di online. Jadi di sistem daring ini gampang bahkan yang tidak punya ikan juga bisa jualan," katanya.
Meski berisiko dan ada kecurangan serta indikasi penipuan pada sistem penjualan daring, namun beberapa pembudidaya termasuk Nur mengaku hal itu tidak menjadi masalah.
Biasanya para pembeli dan penjual yang menipu langsung disebar identitas dan profilnya agar tidak melanjutkan aksinya dan diketahui oleh orang lain. (jsf)