Pendidikan

Kuliah Tatap Muka Belum Bisa Dimulai, Kampus Terkendala Screening Mahasiswa dan Vaksin Dosen

Belum terlaksananya vaksinasi bagi para dosen dan tenaga kependidikan (tendik) menjadi kendala utama kuliah tatap muka.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Gaya Lufityanti
5bestthings.com
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY telah mengizinkan perguruan tinggi untuk menggelar perkuliahan tatap muka selama perpanjangan Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro pada 22 Maret hingga 5 April 2021 ini.

Meskipun demikian, perguruan tinggi di DIY belum berani membuka kampus kembali.

Belum terlaksananya vaksinasi bagi para dosen dan tenaga kependidikan (tendik) menjadi kendala utama.

Selain itu, pemberlakuan screening kepada mahasiswa masih terbentur pada pembiayaan yang besar.

Rektor UGM, Prof Ir Panut Mulyono, mengatakan saat ini seluruh dosen dan tendik lansia di UGM telah mulai tervaksinasi.

Baca juga: LLDIKTI : Perkuliahan Tatap Muka Paling Memungkinkan Dimulai Agustus Atau September

Namun, pihak UGM masih mengupayakan pemberian vaksinasi kepada dosen dan tendik non lansia.

 "Dosen dan pegawai lansia sudah divaksin semua, termasuk pasangannya (suami/istri). Kami mengusulkan kepada Kementerian Kesehatan untuk tanggal 24 Maret ini dilakukan vaksinasi bagi dosen non lansia. Kemudian, nanti dilanjutkan bagi pegawai non lansia," tuturnya saat dihubungi Tribunjogja.com, Selasa (23/3/2021).

Panut menjelaskan, saat ini UGM masih menyelenggarakan kegiatan perkuliahan secara daring penuh. Kecuali kegiatan praktikum dan penelitian mahasiswa yang membutuhkan pertemuan langsung, dilakukan dengan menerapkan protokol COVID-19 ketat.

Ia mengungkapkan, satu di antara tantangan terbesar untuk melakukan kuliah tatap muka adalah pemberlakuan screening mahasiswa.

Menurut Panut, masing-masing fakultas di UGM sudah diberi alat pendeteksi COVID-19 buatan UGM, GeNose C19.

Namun, kebutuhan kantung napas atau hepafilter untuk alat tersebut belum mampu mencukupi untuk seluruh mahasiswa.

"Masih kami diskusikan apakah GeNose sudah bisa untuk mengecek mahasiswa satu-satu sebelum masuk kelas atau belum. Yang GeNose juga belum tersedia melimpah kantung plastiknya. Screening (mahasiswa) dibebankan ke siapa, kalau ke mahasiswa masing-masing kan boros mereka," katanya.

"Memang dilema betul sekarang kita. Apakah (screening GeNose mahasiswa) bisa sampling atau harus ke seluruh mahasiswa. Yang menjadi kendala adalah mendata mahasiswa yang masuk ke kelas," lanjutnya.

Baca juga: Gubernur DIY Beri Lampu Hijau Kuliah Tatap Muka, UGM Masih Lanjutkan Sistem Daring

Panut menambahkan, pihaknya menghargai kebijakan Gubernur DIY yang telah memberikan lampu hijau bagi perkuliahan tatap muka.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved