Breaking News:

Dampak Pandemi, Penerima PKH Gunungkidul Bertambah Ribuan Sepanjang 2020

Kabupaten Gunungkidul mencatatkan adanya tambahan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH)

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kabupaten Gunungkidul mencatatkan adanya tambahan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Angkanya pun naik hingga ribuan KPM.

Koordinator PKH Kabupaten Gunungkidul, Suro Tri Wibowo menyampaikan penambahan tersebut diketahui dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Sepanjang 2020 kemarin, bertambah sekitar 5 ribu KPM," katanya dihubungi pada Senin (08/03/2021).

Baca juga: YouSure Fisipol UGM dan The University of Melbourne Berkolaborasi dalam Festival Seni Daring

Menurut Tri, tambahan tersebut tak lepas dari pengaruh pandemi COVID-19 sepanjang 2020 lalu.

Situasi ekonomi yang lesu membuat jumlah keluarga tak mampu ikut bertambah.

Meski ada penambahan, ia juga menyebut cukup banyak pula KPM yang melepas statusnya sebagai penerima PKH.

Adapun selama 2020, sekitar 4 ribuan lebih KPM melepas status PKH.

"Jadi bisa dikatakan antara pengurangan dan penambahan penerima PKH di Gunungkidul imbang," ujar Tri.

Mengingat saat ini situasi pandemi masih berlangsung, ia memperkirakan jumlah PKM bisa bertambah lagi.

Namun hal itu bergantung pendataan dari Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul dan Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Kesejahteraan Sosial Dinsos Gunungkidul, Hadi Hendra Prayoga menyampaikan ada 137.824 rumah tangga (Ruta) yang terdaftar dalam DTKS.

"Jika dirinci secara individu, jumlahnya mencapai 442.248 anggota rumah tangga (ART)," ungkapnya.

Baca juga: Selama 32 Tahun Bertahta, Ini Apresiasi Sepak Terjang Kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono X

Hendra mengatakan jumlah itu tersebar di 18 Kapanewon. Terbanyak berada di Semanu dengan 35.403 ART, menyusul Wonosari sebanyak 34.109 ART, dan Semin mencapai 33.287 ART.

Dinsos Gunungkidul sendiri masih menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada KPM terdaftar. Adapun BLT tersebut merupakan program dari Kemensos RI.

"BLT sudah dua kali dicairkan, sesuai info resmi akan disalurkan hingga April mendatang," jelas Hendra. (alx)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved