Selama 32 Tahun Bertahta, Ini Apresiasi Sepak Terjang Kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono X

Genap 32 tahun Sri Sultan Hamengku Buwono X menduduki singgasana Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, per Minggu (7/3/2021) lalu.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Azka Ramadhan
Sarasehan Mangyubagya 32 Tahun Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Pendapa Agung Ambarrukmo, Yogyakarta, Minggu (7/3/2021) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Genap 32 tahun Sri Sultan Hamengku Buwono X menduduki singgasana Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, per Minggu (7/3/2021) lalu.

Sejumlah kalangan pun mengapresiasi sepak terjangnya sebagai sosok pemimpin yang visioner, serta tulus mengabdi.

Sekadar informasi, pada Selasa Wage, 7 Maret 1989 silam, KGPH Mangkubumi secara resmi dinobatkan sebagai raja ke-10, dengan gelar yang disandangnya kini.

Baca juga: Resep Tampil Apik Amanda Manopo Atau Andin di Sinetron Ikatan Cinta

Memperingati peristiwa tersebut, Paniradya Kaistimewan DIY, bersama Sekber Keisimewaan, menggelar Sarasehan Mangyubagya 32 Tahun Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Pendapa Agung Ambarrukmo, Yogyakarta, Minggu (7/3/2021) malam.

Tiga narasumber dihadirkan dalam kegiatan ini yakni Anggota Parampara Praja DIY Edy Suandi Hamid, Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY Robby Kusumaharta, hingga Koordinator Sekber Keistimewaan, Widihasto Wasana Putra.

Dalam kesempatan itu, Robby Kusumaharta menyoroti langkah-langkah Ngarsa Dalem yang visioner, sehingga mampu menghadirkan ikilm bisnis yang kondusif.

Menurutnya, dampak yang ditimbulkan pun sangat positif bagi kesejahteraan warga masyarakat Yogyakarta.

"Meski DIY tidak memiliki banyak sumber daya alam, tapi dengan program-program percepatan ekonomi yang dikeluarkan oleh Sultan, selaku Gubernur DIY, kesejahteraan masyarakat bisa terus meningkat," katanya.

Sementara Edy Suandi Hamid, yang juga menjabat Rektor Universitas Widya Mataram menyampaikan, kepedulian Sultan di sektor pendidikan tak perlu diragukan.

Selain gemar memaparkan kritik membangun, beliau pun senantiasa menawarkan solusi perbaikan untuk generasi muda.

Baca juga: Polri Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk 2.282 Purnawirawan Polri

"Ngarsa Dalem lah yang mendorong kurikulum berbasis kearifan lokal dimasukkan dalam pembelajaran. Ya, demi mencetak generasi muda yang unggul sekaligus memiliki karakter yang baik dan berintegritas," cetusnya.

Kamudian, Putri Sulung Sri Sultan, GKR Mangkubumi, yang hadir dalam kegiatan tersebut, turut memberikan testimoni terkait sepak terjang ayahandanya.

Menurutnya, selama 32 tahun bertahta, pengabdian Ngarsa Dalem untuk rakyat seakan tak pernah berhenti dan terus mengalir.

"Pengabdian kepada masyarakat itu saya rasakan terus, bahwa hidupnya Ngarsa Dalem itu, ya, untuk mebgabdi. Jadi, ora dumeh. Itu disampaikan juga pada anak-anaknya, kalau sudah selesai sekolah, tugasmu adalah mengabdi, ora ana liyane," pungkasnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved