Breaking News:

Jawa

Meski Pengungsi Pulang, Status Tanggap Darurat Letusan Gunung Merapi di Klaten Masih Berlaku

Tempat evakuasi sementara (TES) yang tersebar di tiga desa KRB III Gunung Merapi seperti Desa Balerante, Sidorejo dan Tegalmulyo masih disiagakan.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Penampakan Gunung Merapi dilihat dari Kaliworo, Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, November 2020 lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Status tanggap darurat bencana letusan Gunung Merapi di Kabupaten Klaten masih diberlakukan hingga saat ini.

Hal itu mengikuti instruksi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang masih menetapkan status Gunung Merapi pada siaga level III.

"Untuk status tanggap darurat bencana letusan gunung merapi kita masih berlakukan sesuai instruksi BPPTKG," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Sip Anwar pada Tribunjogja.com, Kamis (4/3/2021).

Ia mengatakan, meski para pengungsi Gunung Merapi yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III sudah tidak tinggal di tempat evakuasi sementara atau sudah pulang ke rumah masing-masing, bukan berarti status tanggap darurat langsung dicabut.

Baca juga: UPDATE Gunung Merapi Kamis Pagi : Terjadi 1 Kali Awan Panas Guguran dan 25 Kali Guguran Lava Pijar

"Saya belum berani menurunkan statusnya sebab hingga saat ini pun Gunung Merapi masih mengeluarkan lava pijar dan awan panas. Kita harus tetap waspada," jelasnya.

Menurutnya, saat ini pihaknya sudah kembali mengusulkan kepada Bupati Klaten terkait perpanjang Status tanggap darurat bencana letusan Gunung Merapi di Kabupaten Klaten.

"Ini sudah diusulkan lagi ke ibu bupati untuk perpanjangan selama dua minggu lagi," jelasnya.

Kemudian, Sip Anwar bercerita jika saat ini tempat evakuasi sementara (TES) yang tersebar di tiga desa KRB III Gunung Merapi seperti Desa Balerante, Sidorejo dan Tegalmulyo masih disiagakan.

Meski begitu, ia tidak menampik jika sejumlah tenda yang ada di sekitar tempat evakuasi sementara di tiga desa KRB itu telah dibongkar.

"Kalau tenda itu memang kita bongkar untuk menjaga agar tidak rusak. Tenda itu kan masangnya sekitar dua jam paling lama. Yang penting itu TES masih disiagakan," imbuhnya. ( Tribunjogja.com

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved