Breaking News:

Yogyakarta

Pengecekan Surat Rapid Antigen di Perbatasan Dilaksanakan Secara Acak

Nantinya kendaraan yang memasuki kawasan DIY diminta untuk menunjukkan surat keterangan negatif rapid antigen kepada petugas jaga di perbatasan

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA/ Miftahul Huda
Mobilitas Bus AKAP di terminal tipe A Giwangan tetap berlangsung normal meskipun SE Kemenhub mengimbau dilakukan rapid test antigen secara acak, Rabu (13/1/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Nasional meminta pemerintah daerah untuk segera melakukan skrining terhadap masyarakat yang melakukan perjalanan darat dengan kendaraan pribadi saat libur Tahun Baru Imlek.

Nantinya kendaraan yang memasuki kawasan DI Yogyakarta diminta untuk menunjukkan surat keterangan negatif rapid antigen kepada petugas yang berjaga di perbatasan.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan, pemerintah daerah diminta untuk menggelar tes acak terhadap penumpang kendaraan pribadi yang melintas.

Pengecekan akan dilaksanakan sepanjang 11 hingga 14 Februari 2021 untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan selama masa libur.

Aji menegaskan, bahwa tak seluruh pengendara yang memasuki DI Yogyakarta akan dicek kelengkapannya.

"Tidak mungkin dicek semua, macet itu nanti. Kita hanya sampling karena tidak mungkin melakukan semua dicek, maka sporadis saja kita tesnya," jelas Aji di Kompleks Kepatihan Selasa (9/2/2021).

Selain itu, Pemda DIY juga tidak menyediakan pelayanan rapid tes di pos pengawasan.

Sehingga mereka yang tidak dapat menunjukkan surat keterangan akan diminta putar balik atau melaksanakan tes di fasilitas kesehatan terdekat.

Warga Luar Yang Masuk-Keluar DI Yogyakarta Untuk Bekerja Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Test Antigen

Razia Surat Rapid Antigen di Perbatasan Masuk DIY, Pekerja dan Pelaju Juga Bakal Diperiksa

Antisipasi Imlek, Satpol PP Akan Lakukan Razia Surat Rapid Antigen di Perbatasan DI Yogyakarta

Plt Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Ni Made Panti Dwipanti Indrayanti menambahkan, penjagaan akan dilakukan di tiga titik lokasi yakni di Jalan Solo, Jalan Magelang, dan Wates, Kulonprogo.

Petugas yang melakukan pengawasan juga akan didukung oleh elemen TNI dan Polri.

Namun Made menegaskan bahwa pengawasan tidak dilakukan selama 24 jam penuh. Pengawasan yang dilakukan bersifat insidental.

"Nanti secara teknis koordinasi Dishub kabupaten sesuai kewenangan mereka. Sifatnya random cek juga saat ada mobilisasi besar," paparnya.

Made mengakui pengawasan kendaraan pribadi bukanlah perkara mudah apabila dibandingkan dengan moda transportasi lain seperti kereta api dan pesawat terbang.

"Kalau kerereta api dan pesawat sudah ada policy ya, cuma yang di darat yang agak susah. Kita meminimalisir saja sebenarnya. Dengan ini harapannya masyarakat paham saja kalau bepergian jauh syaratnya seperti apa," jelasnya. (Tribunjogja/Yuwantoro Winduajie)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved