Razia Surat Rapid Antigen di Perbatasan Masuk DIY, Pekerja dan Pelaju Juga Bakal Diperiksa

Penjagaan di perbatasan masuk DIY tersebut sebagai langkah antisipasi adanya lonjakan wisatawan saat libur perayaan Imlek tahun ini.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Kawasan Tugu Pal Putih Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bidang penegak hukum Satgas COVID-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tak tebang pilih dalam rencana pemeriksaan surat rapid antigen, di perbatasan masuk wilayah DIY.

Tak hanya para wisatawan atau pemudik, para pelaju (pulang-pergi) atau pekerja yang sehari-harinya bekerja di Yogyakarta juga bakal diperiksa atau diwajibkan menunjukkan surat keterangan rapid antigen

Seperti diketahui, penjagaan akan dilakukan di tiga titik perbatasan masuk wilayah DIY, yakni wilayah Timur di jalur Prambanan-Yogyakarta, wilayah Barat di perbatasan Temon, Kulon Progo-Purworejo, dan sisi Utara Tempel, Sleman-Magelang.

Semula penjagaan dan pemeriksaan surat rapid antigen dijadwalkan dilakukan pada 12 hingga 14 Februari 2021.

Namun setelah dibahas lebih lanjut, bidang penegakan hukum Satgas COVID-19 akan memulai razia tersebut pada 11-14 Februari 2021.

Satpol PP, Dishub dan Polda DIY Bakal Razia Surat Rapid Antigen di Perbatasan DIY, Ini Jadwalnya

Soal Kemungkinan Penerapan Sanksi saat PSTKM Skala Mikro di DIY, Berikut Kata Sri Sultan HB X

Koordinator bidang penegakan hukum Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, mengatakan penjagaan di perbatasan tersebut sebagai langkah antisipasi adanya lonjakan wisatawan saat libur perayaan Imlek tahun ini.

"Penjagaan di tiga perbatasan akan dimulai pada 11 hingga 14 Februari karena takutnya ini menjadi libur panjang. Tujuannya untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat saat libur Imlek. Bagi yang ingin masuk ke DIY semuanya wajib menunjukkan surat keterangan negatif hasil rapid test antigen," katanya, kepada Tribunjogja.com, Selasa (9/2/2021).

Petugas mengecek dan mendata pengunjung di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron, Tanjungsari, Gunungkidul beberapa waktu lalu. Destinasi wisata Gunungkidul tetap buka dengan status Uji Coba selama PSTKM. Namun aturan ditambah dengan syarat hasil Rapid Antigen Test bagi pengunjung asal luar daerah.
Petugas mengecek dan mendata pengunjung di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Baron, Tanjungsari, Gunungkidul beberapa waktu lalu. Destinasi wisata Gunungkidul tetap buka dengan status Uji Coba selama PSTKM. Namun aturan ditambah dengan syarat hasil Rapid Antigen Test bagi pengunjung asal luar daerah. (TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando)

Noviar menjelaskan, aturan yang mewajibkan pengendara luar DIY untuk menyertakan surat keterangan negatif rapid antigen juga berlaku bagi pekerja asal daerah luar DIY yang setiap harinya bekerja di wilayah DIY.

"Yang setiap harinya laju (pulang-pergi) dari daerah luar DIY yang bekerja atau keperluan lain dan masuk ke DIY juga wajib menyertakan surat negatif rapid antigen, karena kami tidak tahu apakah mereka benar-benar laju atau tidak," imbuh Noviar.

Apabila syarat tersebut tidak dipenuhi, petugas di lapangan dari unsur Kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY akan meminta pengendara untuk melakukan rapid test di tempat pelayanan kesehatan terdekat.

Dokter Spesialis Patologi RSA UGM: Perjalanan Covid-19 di Tubuh Bisa Dilihat dari Rapid Tes dan PCR

Evaluasi PSTKM di Sleman, Kasus Harian Covid-19 Menurun, Angka Kematian Masih Tinggi 

Apabila pengendara tersebut tidak menyanggupi untuk melaksanaan rapid antigen, maka akan disuruh putar balik kendaraan.

"Mereka akan kami suruh putar balik kalau tidak membawa surat rapid antigen. Termasuk yang bekerja laju dari luar daerah. Karena surat rapid itu kan berlaku lama ya," jelas Noviar.

Berdasarkan pengalaman saat libur lebaran tahun lalu, penjagaan di perbatasan wilayah DIY tidak berjalan secara optimal.

Namun, kebijakan pemeriksaan kelengkapan surat hasil rapid test kembali dipilih untuk mengendalikan pendatang yang ingin masuk ke wilayah DIY.

Pemeriksaan hasil rapid test bagi pengunjung yang masuk ke Candi Borobudur, Kamis (24/12/2020).
Pemeriksaan hasil rapid test bagi pengunjung yang masuk ke Candi Borobudur, Kamis (24/12/2020). (TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri)

Ditanya alasan tidak melakukan test rapid antigen satu persatu bagi pengunjung luar daerah yang datang ke DIY, Noviar menjelaskan upaya tersebut tetap dilakukan, akan tetapi fasilitasnya hanya tersedia di terminal Giwangan.

"Kalau rapid test antigen di tempat itu ada di terminal Giwangan. Jadi untuk penegakan hukum ini kami berkoordinasi dengan Dishub, dan unsur Polri maupun TNI," tegas Noviar.

Razia di perbatasan wilayah tersebut menyesuaikan Instruksi Kementerian Dalam Negeri (Inmendagri) tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved