Breaking News:

Polisi Ringkus TMJ, Pria Tua Asal Jetis Bantul yang Tega Cabuli Tiga Anak Tetangga Berkali-kali

"KRN menjadi korban empat kali, LTF menjadi korban dua kali, ZIL menjadi korban tiga kali. Korban memang sering bermain di sekitar rumah tersangka.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
via Tribunnews.com
Ilustrasi pencabulan 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Jajaran Unit PPA Reskrim Polres Bantul mengamankan tersangka pencabulan terhadap anak.

Tersangka adalah TMJ (50) warga Kapanewon Jetis, Bantul

KBO Satreskrim Polres Bantul, Iptu Sutarja mengatakan ada tiga anak yang menjadi korban TMJ.

Korban adalah KRN (9), LTF (8), dan ZIL (7).

Ketiga korban merupakan tetangga tersangka yang sering bermain di sekitar rumah. 

Baca juga: Sudah Jalankan Prokes, 26 Suster dan 29 Karyawan di Biara St Anna Sleman Positif Covid-19 

Baca juga: Peneliti Pustral UGM: Hindari Pengalihan Tanggung Jawab Mengemudi Kepada Anak di Bawah Umur 

Tersangka melakukan aksi bejatnya di beberapa lokasi.

Bahkan korban mengalami kekerasan seksual lebih dari satu kali. 

"KRN menjadi korban empat kali, LTF menjadi korban dua kali, ZIL menjadi korban tiga kali. Korban memang sering bermain di sekitar rumah tersangka. Saat bermain, tersangka melakukan aksinya. Ada yang di dekat kolam, ada di kamar, ada yang di dekat kandang sapi, lokasinya beda-beda," katanya saat jumpa pers di Mapolres Bantul, Jumat (29/01/2021).

Ia melanjutkan modus yang digunakan tersangka bermacam-macam. Tersangka berpura-pura membantu korban yang terkena pecahan kaca, namun kemudian korban justru dicabuli.

Pelaku juga sempat memberi iming-iming boneka pada korban, tetapi boneka tersebut tidak pernah diberikan.

"Jadi ada korban yang main di kolam dan terkena pecahan botol, tersangka pura-pura membantu. Tetapi kemudian baju dan celana korban dilepas. Tersangka mengatakan kalau ini rahasia, jangan disampaikan ke orangtua," lanjutnya.

Sementara itu, Penyidik Unit PPA Polres Bantul, Aipda Musthafa Kamal menerangkan perbuatan bejat tersangka terungkap karena pengakuan salah satu korban.

Salah satu korban bercerita kepada kakaknya, dan akhirnya memberitahu orangtuanya. 

Baca juga: Peringatan Cuaca Ekstrem BMKG: Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Sabtu Besok

Baca juga: STOK MENIPIS, PMI Kota Yogyakarta Minta Penyintas Covid-19 Bersedia Ikut Donor Plasma Konvalesen

"Yang lapor orangtua KRN. Awalnya orangtua korban tidak paham, tetapi setelah tahu kejadiannya, tidak terima dan lapor ke polisi. Sempat ada musyawarah dengan tokoh kampung juga, dan ternyata ada korban-korban lain yang akhirnya buka suara," terangnya. 

Setelah adanya laporan tersebut, pihaknya langsung memberikan pendampingan psikologi pada ketiga korban.

Tujuannya adalah memulihkan korban dari trauma. 

"Sudah ada pendampingan, baik psikologi dan psikososial. Korban mengalami trauma," tambahnya. 

Atas perbuatannya, TMJ harus menghabiskan masa tuanya di penjara.

Tersangka dijerat pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perp

u Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. TMJ terancam hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun. (maw)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved