STOK MENIPIS, PMI Kota Yogyakarta Minta Penyintas Covid-19 Bersedia Ikut Donor Plasma Konvalesen

Setelah 10 hari membuka layanan donor plasma konvalesen, Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta masih kekurangan

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Istimewa
UDD Kota Yogyakarta PMI DIY siap terima donor plasma konvalesen 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Setelah 10 hari membuka layanan donor plasma konvalesen, Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta masih kekurangan donor dari para penyintas Covid-19.

Dapat dikatakan, minat penyintas Covid-19 untuk melakukan donor darah plasma masih kurang dan sosialisasi pun belum cukup masif.

Padahal, pencari plasma konvalesen sebagai terapi penyembuhan pasien Covid-19 itu cukup banyak.

Staff UDD PMI Kota Yogyakarta, Noor Eddy Hidayatullah menjelaskan, dalam sehari, belum tentu pihaknya bisa menerima lima kantong darah dari penyintas Covid-19.

“Contohnya, beberapa hari lalu, ada setidaknya 38 orang yang ingin donor darah di UDD PMI Kota Yogyakarta, tapi yang bisa diambil darahnya hanya 9 orang saja,” kata Noor kepada Tribun Jogja, Jumat (29/1/2021).

Baca juga: Sebanyak 67,28 Persen Nakes di Kota Yogyakarta Telah Menjalani Vaksinasi Covid-19

Baca juga: Kesan Beberapa Tokoh Yang Mewakili Pencanangan Vaksinasi Covid-19 di Kulon Progo

Hal itu lantaran yang dicari merupakan jumlah angka titer antibodi Virus Corona.

Jika penyintas memiliki titer antibodi yang cukup, maka ia bisa mendonorkan darahnya.

“Maka, donor plasma konvalesen itu memang agak lama karena ada proses pengecekan jumlah titer antibodi itu. Kurang lebih 1 jam pendonor menunggu,” kata Noor menambahkan.

Keadaan seperti itu membuat UDD PMI Kota Yogyakarta sering kehabisan stok plasma konvalesen.

Biasanya, jika sudah ada stok, maka PMI Kota Yogyakarta akan segera menelpon rumah sakit rujukan atau keluarga yang memang membutuhkan donor.

“Kami pernah, dalam 10 hari buka ini, ada setidaknya 7 orang telah meninggal terlebih dahulu karena tidak mendapat stok plasma konvalesen,” terangnya.

Noor menerangkan, 7 orang itu tidak hanya berasal dari Yogyakarta, tapi seluruh Indonesia.

Sebab, PMI Kota Yogyakarta tidak hanya menjadi rujukan Rumah Sakit (RS) di Yogyakarta saja, tetapi juga di Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved