Breaking News:

Erupsi Gunung Merapi

Kamis Pagi, Hujan Abu Gunung Merapi Tipis Kembali Guyur Desa Tegalmulyo Klaten

Hujan abu vulkanik Gunung Merapi kembali mengguyur Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Kamis (28/1/2021) pagi.

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
DOKUMENTASI Penampakan abu vulkanik tipis 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Hujan abu vulkanik Gunung Merapi kembali mengguyur Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Kamis (28/1/2021) pagi.

Kepala Desa Tegalmulyo, Sutarno mengatakan jika hujan abu tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Meski demikian, hujan abu tersebut tidak berlangsung lama dan turun dengan intensitas cukup tipis.

"Iya pagi ini sekitar jam 10.00 terjadi hujan abu lagi. Tapi tidak seperti kemarin dan kali ini cukup tipis dan berlangsung sebentar saja," ujarnya pada Tribun Jogja.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Perdana di Bantul Berjalan Lancar

Baca juga: Sebanyak 12.858 Orang atau 58,48 Persen Telah Jalani Vaksinasi Covid-19 di DI Yogyakarta

Ia mengatakan, pada Rabu (27/1/2021) malam sekitar pukul 23.00 juga terjadi hujan abu vulkanik tipis di desa tersebut.

Kemudian, ia menyebut, terjadinya hujan abu hampir merata terjadi di desa itu.

Meski begitu masyarakat di desa itu masih menjalankan aktivitas seperti biasa.

"Kalau kondisi aman. Aktivitas masyarakat masih seperti biasa," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya juga mengimbau warga terutama di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi untuk tetap tinggal di Tempat Evakuasi Sementara (TES) yang berada di depan kantor balaidesa setempat.

Baca juga: Belum Lancar Menyetir Mobil, Anak 13 Tahun Tabrak 8 Motor di Bantul, 1 Korban Meninggal Dunia

Baca juga: Hujan dan Angin Kencang, Pohon Tumbang dan Tanah Longsor Melanda Kulon Progo 

"Kita juga minta masyarakat untuk tetap waspada. Terutama warga di KRB III agar turun dan bertahan di TES," imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Nur Tjahjono Suharto meminta masyarakat di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi diminta untuk selalu mewaspadai potensi peningkatan aktivitas Gunung Merapi itu termasuk hujan abu vulkanik yang masih berpotensi terjadi.

"Potensi tentu masih ada. Meski begitu, masyarakat kita minta untuk tetap mewaspadai potensi peningkatan aktivitas termasuk hujan abu vulkanik Merapi," katanya. (Mur)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved