Breaking News:

Pemkab Klaten Maksimalkan Program Jogo Tonggo Awasi Pasien COVID-19 yang Isolasi Mandiri di Rumah

Program Jogo Tonggo ini sudah terbentuk di setiap Rukun Warga (RW) yang ada di wilayah Kabupaten Klaten

Tribun Jogja/ Almurfi Syofyan
Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Klaten, Ronny Roekmito, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/1/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berharap Program Jogo Tonggo diharapkan Klaten mengambil peran dalam mengawasi pasien positif COVID-19, yang melaksanakan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Hal itu diharapkan mampu menekan persebaran COVID-19 di daerah itu yang hingga saat ini masih menunjukan kurva fluktuatif.

Adapun program Jogo Tonggo ini sudah terbentuk di setiap Rukun Warga (RW) di Kabupaten Bersinar.

"Tadi di rakor Senin sudah saya sampaikan agar program jogo tonggo agar dimaksimalkan, sehingga masyarakat yang isolasi mandiri di rumah itu juga disiplin karena di awasi melalui program jogo tonggo ini," ujar Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Klaten, Ronny Roekmito, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Pengungsi Gunung Merapi di Klaten Masih Bertahan di Tempat Evakuasi Sementara

Baca juga: Damkar Klaten Kembali Evakuasi Ular Kobra di Pemukiman Warga, Petugas Butuh Waktu Satu Jam

Ronny mengatakan, sebaran kasus COVID-19 di Kabupaten Klaten didominasi oleh kontak erat dan transmisi lokal.

Sedangkan perjalanan luar daerah hanya sedikit.

Ia mencontohkan, dari 102 kasus positif baru COVID-19 pada Minggu (17/1/2021) kemarin, hanya 10 persen yang berasal dari perjalanan luar kota, sementara sebagian besar penularan terjadi melalui kontak erat dan transmisi lokal.

"Dari angka 102 (yang terpapar COVID-19 kemarin), kalau kita rinci itu terbesar kontak erat dan transmisi lokal. Yang jadi masalah adalah tingkat kedisiplinan. Kemudian yang kita fokuskan saat ini kualitas isolasi mandiri di rumah," ujarnya.

Ronny berharap dengan adanya peran pengawasan dari program Jogo Tonggo tersebut, pasien yang isolasi mandiri tidak bisa keluar rumah.

Termasuk keluarganya, yang juga diminta untuk tidak berinteraksi dengan masyarakat lainnya selama proses isolasi mandiri.

Baca juga: Bupati Klaten Sri Mulyani Keluarkan SE Baru, Jam Operasional Pedagang Kuliner Sampai Pukul 21.00 WIB

Baca juga: Cerita Siswa SD Tulis Surat Terbuka untuk Bupati Klaten Karena Ayahnya Tak Bisa Jualan Selama PPKM

"Kalau rumahnya tidak memenuhi syarat, nanti akan kita tarik ke tempat isolasi komunal. Instruksi Bupati, selain tempat isolasi mandiri di Edotel juga ada di Panti Semedi," jelasnya.

Di samping itu, Ronny mengatakan jika selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada 11-25 Januari 2021, dua hal yang menjadi perhatian bagi Pemkab Klaten adalah menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas masyarakat.

"Mudah-mudahan  PPKM ini bisa diikuti oleh masyarakat dengan baik sehingga sebaran COVID-19 di Klaten menurun. Jadi memang harus ada sinergitas antara pemerintah dan masyarakat selama pembatasan ini," jelasnya. (*)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved