Breaking News:

PSTKM

Dokter GMC UGM Imbau Masyarakat Bisa Berkontribusi Semaksimal Mungkin dalam PSTKM 

Dokter Gadjah Mada Medical Center (GMC), dr Yuniantika, mengimbau masyarakat untuk ikut berkontribusi memutus rantai

Tangkapan Layar
Dokter Gadjah Mada Medical Center (GMC), dr Yuniantika (kiri). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dokter Gadjah Mada Medical Center (GMC), dr Yuniantika, mengimbau masyarakat untuk ikut berkontribusi memutus rantai penularan Covid-19 dengan semaksimal mungkin selama pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PSTKM) se-Jawa dan Bali. 

Sebagaimana diketahui, pemerintah daerah se-Jawa dan Bali menerapkan PSTKM selama 2 minggu, yakni 11-25 Januari 2021.

"Harapannya masyarakat bisa ikut berpartisipasi untuk memutus rantai itu, tidak hanya dari pemerintah dan tenaga kesehatan, mereka garda terakhir. Garda terdepan itu ada di masyarakat," ujar Yuniantika dalam siaran #UGMUpdate, Selasa (12/1/2021). 

Baca juga: Aturan PSTKM DI Yogyakarta Direvisi, Sistem Kerja ASN dan Pegawai Swasta di Kulon Progo Disesuaikan

Baca juga: Perubahan Ingub PSTKM, Pemkab Sleman Pastikan Masyarakat Tetap Terlayani dengan Baik

Ia menjelaskan, PSTKM diambil sebagai kebijakan pemerintah pusat setelah menimbang data Covid-19 di Indonesia selama 4 bulan terakhir. 

"Juru bicara Covid-19 nasional menganggap kondisi ini sudah tidak bisa ditolerir lagi, harus dikendalikan. Sehingga diambil keputusan PSTKM," ungkapnya. 

Menurut Yuniantika, data menyebutkan bahwa angka kasus Covid-19 di Jawa-Bali paling tinggi se-Indonesia, yakni menyumbang 50 persen dari angka kasus nasional.

Baca juga: Satpol PP DIY: 6 Perusahaan Belum Terapkan WFH, 6 Tempat Makan TIdak Terapkan Pembatasan 25 Persen

"Indonesia jadi juara di ASEAN, dengan kasus tertinggi dari seluruh negara ASEAN. Bahkan 50 persen kasus ASEAN disumbang Indonesia," bebernya. 

Ditanya terkait alasan PSTKM dilakukan selama 2 minggu, Yuniantika menerangkan, selain untuk memutus rantai Covid-19, selama waktu ini juga diharapkan pasien-pasien yang sedang dirawat bisa pulih dan pulang.

Sebab, terbentuknya antibodi sekitar 2 minggu.

Selain itu, beban para tenaga kesehatan juga menjadi lebih ringan. (uti) 

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved