Breaking News:

Vaksin Covid

Sleman Dapat Jatah Vaksin Covid-19 Paling Banyak di DI Yogyakarta, Ini Penjelasannya

"Sleman (mendapat vaksin) terbanyak di DIY. Karena tenaga kesehatan paling banyak, rumah sakit juga paling banyak di Sleman. Nanti semuanya (nakes)

IST
Ilustrasi vaksin covid 19 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman Sri Purnomo menyebut Kabupaten Sleman mendapat jatah vaksin COVID-19 terbanyak di DIY.

Rencananya vaksinasi akan dilakukan mulai 14 Januari 2021 mendatang. 

"Sleman (mendapat vaksin) terbanyak di DIY. Karena tenaga kesehatan paling banyak, rumah sakit juga paling banyak di Sleman. Nanti semuanya (nakes) akan divaksin duluan," katanya, Selasa (05/01/2021).

Baca juga: Pemprov Jawa Tengah Beli GeNose C19 untuk Digunakan di Fasilitas Kesehatan

Baca juga: Belum Mendapat Kepastian Kuota, Pemkot Yogyakarta Masih Menunggu Hasil Validasi Vaksin Covid-19

Ia melanjutkan selain tenaga kesehatan, sasaran penerima vaksin selanjutnya adalah publik figur yang paling banyak berhubungan dengan masyarakat. 

"Saya siap menjadi yang pertama divaksin," tegas Sri Purnomo. 

Ia berharap proses vaksinasi berjalan lancar dan aman, sehingga vaksinasi tahap kedua dapat dilakukan. 

Sebelumnya, Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman menerangkan vaksinasi akan dilakukan untuk Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, baik nakes maupun non-nakes.

Pihaknya mencatat ada 14.484 SDM Kesehatan di Kabupaten Sleman

Meski saat ini vaksin sudah sampai di Yogyakarta, pihaknya belum bisa memastikan kapan proses pendistribusian dilakukan. 

Baca juga: Disperindag DIY Sebut Harga Kedelai Impor dan Lokal Naik Melebih Harga Acuan

Baca juga: Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, Dinsos DI Yogyakarta Aktifkan Bantuan Kendali Operasi

"Kami belum tahu (kapan didistribusikan). Nanti kalau sudah didistribusikan, akan kami simpan di UPT Pengelolaan Obat dan Alat Kesehatan (POAK), jadi tidak disimpan di dinas (Dinkes Sleman). Karena untuk penyimpanan harus disuhu 2 sampai 8°C," terangnya. 

Agar vaksin tidak rusak, ada petugas khusus yang akan memeriksa temperatur penyimpanan vaksin, paling tidak dua kali sehari.

Terkait pendistribusian, pihaknya akan mendistribusikan ke puskemas-puskesmas.

"Kalau untuk rumah sakit yang besar-besar bisa langsung ke dinas (Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman)," tutupnya. (maw)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved