Disperindag DIY Sebut Harga Kedelai Impor dan Lokal Naik Melebih Harga Acuan

Kenaikan harga kedelai impor dikarenakan karena meningkatnya permintaan kebutuhan terhadap komoditas tersebut, sedangkan naiknya

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
guardian.ng
ilustrasi kacang kedelai 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Harga kedelai impor maupun kedelai lokal mengalami kenaikan harga di pasaran DIY pada awal tahun ini.

Kenaikan harga kedelai impor dikarenakan karena meningkatnya permintaan kebutuhan terhadap komoditas tersebut, sedangkan naiknya harga kedelai lokal dikarenakan keterbatasan ketersedian produk.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto menjelaskan harga kedelai impor di pasaran DIY naik kisaran 3 hingga 9 persen dari Rp 10.200 menjadi Rp 11.200/Kg.

Sementara untuk kedelai lokal naik dari Rp 9.800 menjadi Rp 10.200/kg.

Baca juga: Sebanyak 3.200 SDM Kesehatan di Kulon Progo Akan Disuntik Vaksin Covid-19

Baca juga: Bayar dengan Doa, Pembeli di Terbakwan Bisa Bawa Pulang Bakwan Khas Pontianak Gratis Saat Opening

Kenaikan harga kedelai impor ini telah melebihi harga acuan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 6.800/Kg.

Begitu pula kenaikan harga kedelai lokal yang melebihi harga acuan yang ditetapkan sebesar Rp 9.200/Kg

"Kenaikan harga kedelai ini tentu menjadi pukulan yang berat bagi pengusaha tahu dan tempe yang mengandalkan bahan bakunya dari kedelai," ujarnya, Selasa (5/1/2021).  

Meskipun demikian, ia mengatakan bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menjamin ketersedian stok kedelai impor masih mencukupi untuk kebutuhan nasional hingga tiga bulan ke depan.

Sedangkan dari Disperindag DIY juga telah memastikan bahwa ketersediaan kedelai impor di beberapa distributor akan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat di DIY.  

Sementara di sisi lain, Yanto mengatakan bahwa perkembangan harga rata-rata beberapa bahan pokok (bapok) pangan di beberapa pasar tradisional di Kota Yogyakarta masih mengalami fluktuasi.

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta : Kembali Pecah Rekor, Tambahan  297 Kasus Baru, Tersisa 15 TT Kritis

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kulon Progo : Tambahan 14 Kasus Baru, 1 Sembuh, 1 Meninggal Dunia Hari Ini

Selain kedelai, fluktuasi harga juga dialami oleh komoditi cabai rawit merah yang mengalami penurunan dari Rp 71.300 menjadi Rp 63.000/Kg.

"Fluktuasi harga komoditi cabai dipicu musim penghujan yang mempengaruhi produksi dan kualitas. Permintaannya sudah mengarah ke normal sehingga harga berfluktuasi," urainya.

Sedangkan harga beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi, daging ayam, telur ayam, bawang merah dan bawang putih masih dirasa stabil.

Untuk harga gula pasir disebutnya masih di bawah harga eceran tertinggi sebesar Rp 12.500/Kg, begitu pula telur ayam masih dibawah harga acuan Rp 24.000/Kg dan bawang merah dengan harga acuan sebesar Rp 32.000/Kg.

Dan selain kedelai, komoditi bapok pangan yang harganya di atas harga acuan ada pada ayam broiler yang ditetapkan sebesar Rp 35.000/Kg. (nto) 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved