Potensi Erupsi Gunung Merapi
Gunung Merapi Keluarkan Material Vulkanik, BPBD DIY : Kami Tidak Bisa Prediksi Kapan Meletus
Namun demikian, pihak BPBD maupun Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta masih belum memastikan
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengatakan telah terjadi peningkatan aktivitas Gunung Merapi pasca terjadinya guguran material vulkanik yang mengindikasikan munculnya titik api diam dan lava pijar pada 31 Desember 2020 kemarin.
Kepala BPBD DIY Biwara Yuswantana mengatakan, secara parameter dirinya mengakui telah terjadi peningkatan aktivitas Gunung Merapi.
Namun demikian, pihak BPBD maupun Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta masih belum memastikan kapan Gunung Merapi akan meletus.
Baca juga: Timnas Indonesia U-19 Lagi-lagi Batal Lakoni Laga Uji Coba di Spanyol, Ini Penjelasan PSSI
Baca juga: DPRD DIY Meminta Sri Sultan HB X Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Covid-19 di DI Yogyakarta
"Kalau dari paramater jelas itu meningkat. Kalau dari sisi waktu itu kan kami tidak bisa prediksi. Tentu dalam kondisi ini setiap saat dipantau secara rutin. Supaya kami tidak terlambat menginfokan ke masyarakat," katanya, saat ditemui di Kepatihan, Selasa (5/1/2020).
Ia menambahkan, untuk BPBD Kabupaten Sleman agar terus berkoordinasi dengan BPPTKG terkait rekomendasi apa saja yang perlu dilakukan atas meningkatnya aktivitas tersebut.
Terkait kesiapan jalur evakuasi, Biwara memastikan bahwa semuanya dalam kondisi siap digunakan.
"Intinya jangan panik. Karena setiap perkembangan kami informasikan ke masyarakat, dan seluruh jalur evakuasi sudah siap," tambahnya.
Dirinya menjelaskan untuk seluruh pengungsi di DIY khususnya para kelompok usia rentan masih tetap bertahan di barak pengungsian.
Sementara untuk pengungsi yang sudah kembali ke rumah masing-masing, Biwara mengatakan beberapa dari mereka memutuskan kembali ke tempat pengungsian.
"Kalau di DIY kelompok rentan masih bertahan di pengungsian. Bahkan ada yang sempat naik tapi mereka turun lagi ketika ada guguran lava," ungkapnya.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskar Aji merasa khawatir dengan kondisi psikis warga yang berada di pengungsian.
Di satu sisi, pemerintah DIY belum berani menarik kebijakan untuk memulangkan para warga yang masih berada di pengungsian lantaran status Gunung Merapi saat ini masih siaga.
Baca juga: Fase Awal Erupsi Baru Gunung Merapi, Penjelasan BPPTKG soal Titik Lava Pijar dan Gerakan Magma
Baca juga: UPDATE Virus Corona 5 Januari 2021: Kasus Baru Bertambah 7.445, Total Kumulatif Kini Jadi 779.548
"Sehingga kalau BPPTKG masih menyatakan siaga, harapannya mereka tetap stand by di pengungsian, karena sewaktu-waktu hal yang tidak diinginkan bisa terjadi," katanya.
Sedangkan bagi warga yang sudah beraktivitas di rumah masing-masing, agar bersiap-siap, supaya memudahkan tim evakuasi saat terjadi letusan.
Karena adanya guguran material vulkanik kemarin, menurut Aji aktivitas kegempaan gunung merapi masih terus terjadi.
Bahkan cenderung mengalami kenaikan aktivitas.
"Supaya nanti kalau ada terjadi sesuatu, ada peningkatan aktivitas mendadak oleh BPPTKG mereka bisa segera dievakuasi," tandasnya. (hda)