Breaking News:

Tanggap Darurat Bencana Gunung Merapi

Pemkab Klaten Kembali Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Gunung Merapi Hingga 31 Desember 2020

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten kembali memperpanjang masa tanggap darurat bencana Gunung Merapi, mulai 16 hingga 31 Desember 2020.

TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan
Seorang warga Desa Balerante melintas di jaur evakuasi Gunung Merapi yang berada di desa setempat, Rabu (18/11/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten kembali memperpanjang masa tanggap darurat bencana Gunung Merapi, mulai 16 hingga 31 Desember 2020.

Perpanjangan status tanggap bencana Gunung Merapi ini tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Klaten Nomor: 360/343 tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Letusan Gunung Merapi.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Nur Tjahjono Suharto, mengatakan jika perpanjangan status tersebut masih diperlukan karena aktivitas Gunung Merapi masih tinggi dan statusnya juga masih Siaga (level III).

Baca juga: BREAKING NEWS: Satu Santri di Gunungkidul Positif COVID-19, Karantina Ketat Diberlakukan

Baca juga: Kasus COVID-19 di Gunungkidul Melonjak Tajam, Klaster Keluarga Semakin Banyak

"Iya mulai Rabu kemarin, status tanggap darurat bencana Gunung Merapi di Klaten kembali diperpanjang oleh ibu Bupati. Hal ini agar mitigasi kebencanaan Gunung Merapi bisa diantisipasi secara maksimal," ujarnya pada Tribun Jogja, Jumat (18/12/2020).

Ia melanjutkan, penetapan status tanggap darurat bencana letusan Gunung Merapi itu merupakan prosedur yang harus ditempuh guna mitigasi bencana dan penanganan pengungsi.

Waktu perpanjangan status tanggap darurat pada kali ini juga tergolong lebih lama jika dibandingkan dengan perpanjangan SK pada sebelum-sebelumnya.

Sebab, pada penetapan SK sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten hanya memperpanjang selama seminggu.

Baca juga: Menanti Datangnya Vaksin Covid-19, Pemkab Magelang Lakukan Berbagai Persiapan 

Baca juga: Sikap Pemda DIY Terkait Arahan Menteri Luhut soal Pembatasan Jam Operasional Tempat Usaha di Yogya

Namun SK perpanjangan kali ini diterapkan selama dua minggu atau mulai 16 hingga 31 Desember 2020.

"Pertimbangan kita karena mengacu kepada rekomendasi BPPTKG bahwa status (Gunung Merapi) masih pada level Siaga," jelasnya.

Selanjutnya, data yang diterima Tribun Jogja, Kamis (17/12/2020) dari tiga desa yang masuk wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi di Klaten, baru dua warga desa yang memutuskan untuk mengungsi ke Tempat Evakuasi Sementara (TES).

Dua desa tersebut yakni Desa Tegalmulyo sebanyak 55 warga dan Desa Balerante sebanyak 279 warga. (Mur) 

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved