Breaking News:

Larangan Konvoi dan Pesta Kembang Api saat Natal dan Tahun Baru di Sleman, Ini Instruksi Bupati

Pemkab Sleman melarang adanya kegiatan konvoi maupun pesta kembang api saat malam tahun baru 2021 mendatang.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Istimewa
suasana perayaan malam tahun baru di Tebing Breksi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bupati Sleman, Sri Purnomo, menegaskan bahwa Pemkab Sleman melarang adanya kegiatan konvoi maupun pesta kembang api saat malam tahun baru 2021 mendatang.

Kebijakan tersebut diterapkan mengingat jumlah angka kasus harian Covid-19 di Sleman yang masih mengalami lonjakan dalam beberapa waktu terakhir.

Tujuan diberlakukannya larangan tersebut pun tak lain adalah untuk menekan penularan COVID-19 di Kabupaten Sleman. 

Ia mengatakan perayaan Natal dan Tahun Baru sama seperti perayaan Idul Fitri.

Baca juga: KRONOLOGI Sejumlah Remaja Bersenjata Tajam di Sleman Diringkus Polisi, Diduga Akan Tawuran Antargeng

Baca juga: Dinas PMK Sleman Pastikan Pilur Sesui Protokol Kesehatan

Dalam penyelenggaraanya pun wajib dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. 

"Prinsipnya dilaksanakan dengan silent (hening). Umat Kristiani yang melakukan ibadah juga harus mematuhi protokol kesshatan, jaga jarak. Kami melarang konvoi dan pesta kembang api. Kami upayakan tidak ada arak-arakan, konvoi, pesta kembang api. Ini diadakan silent,"katanya, Rabu (16/12/2020).

Sedangkan untuk hotel-hotel yang akan menyelenggarakan kegiatan Tahun Baru 2021, wajib melaporkan ke Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman.

Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman nantinya akan memeriksa dan melakukan pengecekan terhadap kegiatan tersebut.

Bupati Sleman, Sri Purnomo memberikan keterangan pada wartawan di Gedung Serbaguna Sleman, Rabu (16/12/2020).
Bupati Sleman, Sri Purnomo memberikan keterangan pada wartawan di Gedung Serbaguna Sleman, Rabu (16/12/2020). (TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani)

Pihaknya juga tak segan untuk memberikan sanksi pada pihak-pihak yang melanggar protokol kesehatan di wilayah Sleman. 

"Apabila terbukti ada pelanggaran, maka kami akan bergerak sesuai mekanisme. Mulai dari teguran, peringatan tertulis, dan lainnya. Kami kerahkan Satpol PP, Polres, Kodim untuk memonitor,"terangnya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved