Kabupaten Sleman

Dinkes Sleman : Vaksin Covid-19 Diprioritaskan untuk Nakes, Petugas Pelayanan Publik, dan PBI JKN

Dinkes Sleman : Vaksin Covid-19 Diprioritaskan untuk Nakes, Petugas Pelayanan Publik, dan PBI JKN

SHUTTERSTOCK/Nixx Photography
Ilustrasi vaksin Covid-19 yang dikembangkan Pfizer dan Moderna berbasis teknologi genetik yang disebut mRNA (messenger RNA). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman masih menunggu kebijakan terkait vaksinasi virus corona atau covid-19.

Namun demikian, Dinkes Sleman mulai melakukan pendataan dan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengatakan ada beberapa kelompok yang menjadi prioritas pemberian vaksin.

Pertama yang akan mendapatkan vaksin adalah tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Sleman. 

"Kalau jumlah nakes se Sleman ada sekitar 5.000-an, semua rumah sakit sampai ke klinik-klinik. Tetapi kalau tenaga kesehatan pemerintah dulu (yang diberi vaksin), termasuk puskemas ada sekitar 1.500 sampai 2.000,"katanya, Selasa (15/12/2020).

Selain nakes, yang menjadi prioritas pemberian vaksin adalah petugas yang bekerja di bagian pelayanan masyarakat, seperti TNI dan Polri, petugas bandara, petugas terminal, dan pelabuhan. 

Baca juga: Pemerintah DIY Tunggu Komponen Pengadaan Vaksin Covid-19 yang Dibiayai APBD

Baca juga: Banyak Rumah Sakit Mulai Promosi Vaksin Covid-19, Begini Respon BBPOM Yogyakarta

Setelah petugas pelayanan masyarakat, yang menjadi sasaran selanjutnya adalah Perserta Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dan yang menjadi urutan terakhir adalah mandiri.

"Sementara ini, itu yang menjadi prioritas pemberian vaksin. Tetapi kebijakannya kami masih belum tahu. Informasi akhir tahun 2020, namun karena sampai saat ini masih belum ada info lebih lanjut, kemungkinan awal tahun 2021,"lanjutnya.

Pihaknya tidak keberatan jika ada Rumah Sakit  di Sleman yang mulai menawarkan vaksin kepada masyarakat dengan sistem pesan.

Menurut dia, ada kemungkinan rumah sakit sudah memiliki mekanisme tersendiri untuk pengadaan vaksin. 

"Kalau ada rumah sakit yang menawarkan ya monggo (silahkan) saja. Mungkin rumah sakit sudah punya link sendiri. Sebanyak 1,2 juta vaksin saja saat ini apa-apa, nakes juga belum (divaksin),"tambahnya. (Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved