Potensi Erupsi Gunung Merapi

Peningkatan Curah Hujan Hingga 30 Persen, Gunung Merapi Siaga Ancaman Banjir Lahar Dingin

tiga ancaman yang telah pihaknya perhitungkan itu, antara lain erupsi Gunung Merapi sendiri, pandemi Covid-19, dan banjir lahar dingin. 

Tribunjogja/ Maruti A Husna
Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Lilik Kurniawan (kedua dari kiri). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan ada tiga ancaman bersamaan yang mungkin terjadi berkaitan dengan bencana Gunung Merapi.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Lilik Kurniawan menyebutkan tiga ancaman yang telah pihaknya perhitungkan itu, antara lain erupsi Gunung Merapi sendiri, pandemi Covid-19, dan banjir lahar dingin. 

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida (tengah) dalam konferensi pers bersama BNPB serta BPBD DIY dan BPBD Jawa Tengah, Jumat (13/11/2020)
Kepala BPPTKG, Hanik Humaida (tengah) dalam konferensi pers bersama BNPB serta BPBD DIY dan BPBD Jawa Tengah, Jumat (13/11/2020) (Tribunjogja/ Maruti A Husna)

Lilik menerangkan, berdasarkan informasi dari badan meteorologi, klimatologi, dan geofisika (BMKG) dengan adanya la nina tahun ini dimungkinkan terjadi peningkatan curah hujan pada Desember 2020 hingga Februari 2021.

Hal ini menjadi kewaspadaan BNPB terhadap kemungkinan banjir lahar dingin di lereng Merapi.

Baca juga: Viral Komunitas Mobil yang Bunyikan Sirene Saat Konvoi di Kaki Gunung Merapi, Minta Maaf ke Warga

Baca juga: UPDATE Kondisi Gunung Merapi, BPPTKG Sebut Intensitas Kegempaan Minggu Ini Meningkat 

Baca juga: Pemda DIY Gelar Pameran Virtual Jogja Premium Export, Upaya Tingkatkan Peluang Bisnis Saat Pandemi

"Musim hujan ini 40 persen lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Diperkirakan Desember, Januari, Februari ini. Sehingga betul-betul kami pertimbangkan terkait banjir lahar tadi," ungkapnya dalam konferensi pers, Jumat (13/11/2020).

BNPB, BPBD DIY, dan BPPTKG sejak 2010 sudah memasang CCTV pada sungai-sungai utama yang masuk di wilayah DIY.

Ilustrasi Merapi 2010
Ilustrasi Merapi 2010 (Ist)

Pantauan kondisi sungai-sungai itu pun, menurut Lilik, sudah dapat diamati dari menit ke menit di Pusdalops.

Pihaknya pun sudah menyusun rencana kontingensi semisal terjadi banjir lahar dingin tersebut.

Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat juga terus dilakukan.

Baca juga: BPBD DIY : Hidupkan UMKM dengan Pengadaan Tempat Cuci Tangan di Banyak Tempat

Baca juga: Rawan Kecelakaan, Jalur Srandakan Bantul Minim Lampu Penerangan

Baca juga: Disperindag DIY Gelar Pasar Murah di Bantul dan Gunungkidul, 5.000 Paket Sembako Harga Ekonomis

Kepala Stasiun Klimatologi Sleman, Reni Kraningtyas ikut menanggapi hal ini.

Reni pun membenarkan adanya potensi peningkatan curah hujan mulai Desember 2020 hingga Februari 2021.

Menurutnya, secara umum di wilayah DIY pada periode tersebut diprediksi ada peningkatan curah hujan sebesar 20-40 persen.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas didampingi Kepala BMKG Yogyakarta, Agus Riyanto, saat memberikan keterangan kepada awak media, terkait fenomena La Nina, di gedung Induk Mandala Saba Kompleks Parasamya Bantul, Rabu (21/10/2020)
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas didampingi Kepala BMKG Yogyakarta, Agus Riyanto, saat memberikan keterangan kepada awak media, terkait fenomena La Nina, di gedung Induk Mandala Saba Kompleks Parasamya Bantul, Rabu (21/10/2020) (TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin)

Namun, untuk wilayah Sleman diperkirakan kenaikan hanya sebesar 20-30 persen atau sekitar 50-150 mm/bulan.

"Ya, umumnya wilayah DIY ada peningkatan curah hujan 20-40 persen, tetapi untuk wilayah Sleman diprakirakan ada kenaikan 20-30 persen atau 50-150 mm/bulan," ungkap Reni saat dihubungi Tribun Jogja, Sabtu (14/11/2020).

Reni menambahkan, meskipun demikian, sejak November ini pun intensitas curah hujan di DIY sudah di atas normal.

"Tetapi November ini intensitas curah hujan umumnya juga di atas normal," ucapnya. (uti)
 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved