Pemda DIY Gelar Pameran Virtual Jogja Premium Export, Upaya Tingkatkan Peluang Bisnis Saat Pandemi

Pemerintah daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarata (DIY) mengadakan pameran virtual bertajuk Jogja Premium Export untuk meningkatkan

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
Tribunjogja/ Nanda Sagita Ginting
Suasana diskusi pameran virtual Jogja Premium Export, pada Sabtu (14/11/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarata (DIY) mengadakan pameran virtual bertajuk Jogja Premium Export untuk meningkatkan peluang bisnis di tengah pandemi.

Kegiatan pameran diikuti 50 peserta dari industri kecil dan menengah (IKM) DIY yang bergerak di sektor food and beverage (pengolahan makanan), fesyen, kerajinan, hingga furnitur.

Serta, menampilkan fashion show virtual yang diikuti 20 desainer pilihan asli Yogyakarta.

Kepala bidang luar negeri, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) DIY, Intan Mestikaningrum mengatakan, kegiatan pameran merupakan bentuk fasilitasi untuk para pelaku usaha di DIY menampilkan produknya.

Baca juga: BPBD DIY : Hidupkan UMKM dengan Pengadaan Tempat Cuci Tangan di Banyak Tempat

Baca juga: Rawan Kecelakaan, Jalur Srandakan Bantul Minim Lampu Penerangan

Baca juga: HUT ke-75 Brimob Dilaksanakan Serentak Secara Virtual

"Kegiatan ini sebenarnya kelanjutan dari pameran yang dilaksanakan di Moskow, Rusia beberapa tahun lalu. Namun, karena pandemi terpaksa mengalami penundaan dan kembali digelar pada hari ini," jelasnya kepada Tribun Jogja, pada Sabtu (14/11/2020).

Selama proses pameran virtual, lanjut Intan, juga didukung dari 191 negara melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

Dengan luasnya jaringan pameran virtual akan semakin membuka peluang yang lebih besar.

"Tentu, diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan penjualan para pelaku usaha yang tergabung serta mengenalkan produk mereka ke kancah internasional. Sehingga, akan berimbas pada pertumbuhan nilai ekspor di DIY," tuturnya.

Sementara itu, salah satu peseeta sekaligus narasumber dari pameran Jogja Premium Export, Bambang Wijaya.

Ia merupakan seorang pengusaha furnitur dengan branding PT Dekor Asia yang berhasil menembus pasar internasional salah satunya Australia.

Menurutnya, para pelaku usaha harus jeli untuk melihat peluang di tengah situasi yang serba tertekan. 

"Memang inovasi dalam berbisnis itu penting salah satunya melihat peluang pasar. Kondisi pandemi memaksa semua pelaku usaha untuk cepat beradaptasi dengan penjualan online jika hanya mengarapakan pasar konvensional pasti akan sulit," ujarnya.

Baca juga: AC MILAN Capai Kesepakatan dengan Bintang RB Salzburg Pengganti Calhanoglu?

Baca juga: Hasil MotoGP Valencia: Franco Melesat di FP3, Joan Mir Bangkit, Quartararo Valentino Rossi Terpuruk

Baca juga: Disperindag DIY Gelar Pasar Murah di Bantul dan Gunungkidul, 5.000 Paket Sembako Harga Ekonomis

Selain inovasi, lanjut Bambang,ketekunan dan rasa percaya diri juga harus dimiliki.

Sehingga, pantang bagi pebisnis untuk mengatakan tidak bisa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved