Penanganan Covid
Disperindag DIY Optimis Pertumbuhan Ekspor Tetap Bergerak Stabil Hingga Akhir Tahun
Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY optimis ekspor
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY optimis ekspor akan tetap stabil meskipun banyak tekanan.
Kepala bidang luar negeri, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) DIY, Intan Mestikaningrum mengatakan, sepanjang 2020 memang banyak tantangan yang harus dilalui para ekportir di DIY karena terdampak pandemi.
"Tak dipungkiri banyak kendala untuk kegiatan ekspor selama pandemi. Permasalahan pasar menjadi momok utama bagi para eksportir," jelasnya kepada Tribun Jogja, di hotel Royal Ambarukkmo saat acara pameran virtual Jogja Premium Export, pada Sabtu (14/11/2020).
Baca juga: Peningkatan Curah Hujan Hingga 30 Persen, Gunung Merapi Siaga Ancaman Banjir Lahar Dingin
Baca juga: Viral Komunitas Mobil yang Bunyikan Sirene Saat Konvoi di Kaki Gunung Merapi, Minta Maaf ke Warga
Baca juga: UPDATE Kondisi Gunung Merapi, BPPTKG Sebut Intensitas Kegempaan Minggu Ini Meningkat
Namun, ia merinci capaian nilai ekspor DIY cukup memuaskan meskipun terhalang kondisi pandemi.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) DIY nilai ekspor per September 2020 mencapai USD 35,2 juta atau naik 12,82 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Dengan pasar ekspor terbesar dikirim ke Amerika Serikat sebanyak USD 13,3 juta.
Disusul Jerman USD 3,8 juta dolar AS dan Australia USD 3,5 juta.
Baca juga: Pemda DIY Gelar Pameran Virtual Jogja Premium Export, Upaya Tingkatkan Peluang Bisnis Saat Pandemi
Baca juga: BPBD DIY : Hidupkan UMKM dengan Pengadaan Tempat Cuci Tangan di Banyak Tempat
Baca juga: Rawan Kecelakaan, Jalur Srandakan Bantul Minim Lampu Penerangan
Sedangkan, produk yang paling banyak dikirim meliputi pakaian jadi bukan rajutan sebesar USD 10,5 juta, perabot rumah tangga USD 5,9 juta, dan barang-barang kulit USD 2,9 juta.
"Kalau dilihat dari statistiknya memang ada penurunan dibandingkan dengan tahun lalu. Namun, ini modal yang sangat baik untuk perkembangan ekspor pada 2021 nanti. Terlihat peluang komoditas DIY masih besar dan diminati pasar luar negeri," ujarnya. (ndg)
Catatan Redaksi: Bersama kita lawan virus corona. Tribunjogja.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu 3M:
- Wajib Memakai masker
- Wajib Menjaga jarak dan menghindari kerumunan
- Wajib Mencuci tangan dengan sabun