Status Siaga Gunung Merapi
Tas Siaga Bencana, Tas Cepak yang Harus Dimiliki Warga untuk Antisipasi Merapi
Tas itu diletakkan di sisi tempat tidur dan siap dibawa kapan saja jika sewaktu-waktu terjadi situasi darurat dan mengharuskan warga mengungsi.
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Warga di kawasan rawan bencana Merapi selalu memiliki satu tas ini.
Satu tas ini lengkap terisi dengan berbagai dokumen penting seperti ijazah, kartu keluarga sampai sertifikat tanah.
Ada juga beberapa baju ganti, peralatan mandi dan makanan ringan.
Tas itu diletakkan di sisi tempat tidur dan siap dibawa kapan saja jika sewaktu-waktu terjadi situasi darurat dan mengharuskan warga mengungsi ke tempat aman.
Tas Siaga Bencana, sebutannya.
Baca juga: BNPB Pastikan Kesiapan Mitigasi Merapi Berjalan Optimal
Semua warga punya.
Tak urung Halimah (22), warga Dusun Gowok Sabrang, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
Tempat tinggalnya memang berada di KRB III Gunung Merapi.
Desanya letaknya paling tinggi dan berjarak enam kilometer dari puncak
Oleh karena itu, Tas Siaga Bencana ini menjadi barang yang wajib ia bawa ketika harus mengevakuasi diri ke tempat yang aman.
Tas sederhana itu selalu ia siapkan di sisi tempat tidur.
Berjaga-jaga kalau terjadi sesuatu darurat, ia dapat langsung pergi menyelamatkan diri.
"Saya selalu menyiapkan tas siaga ini untuk antisipasi Erupsi Gunung Merapi. Tas ini dibawa ketika sewaktu-waktu terjadi erupsi, tidak perlu packing dulu. Diletakkan di kamar, sehingga sewaktu-waktu terjadi bisa diambil dan berangkat," tuturnya, Kamis (12/11/2020) ditemui di kediamannya, di Dusun Gowok Sabrang, Desa Sengi, Dukun, Magelang.
Halimah meletakkan ijazah sekolahnya, surat nikah, sertifikat, kartu keluarga ke dalam map merah.
Baca juga: Dua Skenario Kemungkinan Erupsi Gunung Merapi, Ini Penjelasan BPPTKG Yogyakarta