Status Siaga Gunung Merapi
BNPB Pastikan Kesiapan Mitigasi Merapi Berjalan Optimal
BNPB memastikan bahwa barak penampungan dapat menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyambangi empat wilayah di sekitar Gunung Merapi guna memastikan kesiapan mitigasi berjalan dengan optimal setelah naiknya status gunung tersebut menjadi siaga.
Selain memastikan mitigasi terhadap bencana berjalan dengan optimal, BNPB juga ingin memastikan bahwa barak penampungan dapat menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat.
"Kami ingin mengingatkan karena ancamannya kan dua ini. Selain Merapi juga sekarang kan masih ada pandemi Covid-19. Kami pastikan tempat evakuasi itu apa aman atau tidak dan juga secara protokol Covid-19 apa terpenuhi," ujar Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Lilik Kurniawan, Kamis (12/11/2020).
Lilik menjelaskan, pihaknya juga ingin memastikan agar distribusi informasi dapat diterjemahkan dengan baik oleh instansi terkait sehingga bisa disampaikan dengan optimal ke masyarakat.
Baca juga: Dua Skenario Kemungkinan Erupsi Gunung Merapi, Ini Penjelasan BPPTKG Yogyakarta
Sehingga mekanisme evakuasi berjalan dengan lancar saat terjadinya bencana.
"Juga memastikan masyarakat mendapat informasi yang akurat sehingga mereka bisa mengungsi ke tempat yang aman. Bukan info yang hoaks," imbuh dia.
Dilanjutkan Lilik, terkhusus di kawasan Sleman pihaknya menaruh perhatian khusus terhadap optimalisasi mitigasi.
Pasalnya, daerah itu merupakan salah satu kawasan yang menjadi rujukan dari para wisatawan.
"Perlu ditambah rambu-rambu lagi. Kalau orang lokal kan sudah paham. Ya kita berikhtiar senoga semuanya tidak apa-apa," imbuh dia.
Baca juga: Sri Sultan HB X Minta Kepastian BPPTKG Soal Potensi Letusan Gunung Merapi
Di sisi lain, Lilik juga meminta agar pendataan hewan ternak warga yang ikut dievakuasi juga dapat dicatat dengan baik.
Ia meminta dinas terkait agar mengambil langkah pengarsipan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Mungkin dinas arsip bisa mengambil langkah juga dengan membuat bank arsip pendataan. Jadi tinggal dititipkan saja. Kan kita tidak tahu di tempat pengungsian orang banyak, juga untuk antisipasi," jelasnya.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti kekurangan ataupun hal mitigasi lain yang belum optimal dilaksanakan.
Beberapa hari lalu, pihaknya juga telah melakukan dialog dengan warga pengungsi di kawasan itu untuk menampung berbagai pendapat guna memberikan kenyamanan bagi warga pengungsi. (TRIBUNJOGJA.COM)