Yureka Education Center (YEC) Rancang Perangkat Belajar Bahasa Inggris untuk Tunanetra
Sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui daring yang diterapkan selama pandemi meninggalkan permasalahan bagi penyandang disabilitas
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui daring yang diterapkan selama pandemi meninggalkan permasalahan bagi penyandang disabilitas terutama disabilitas netra.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Yureka Education Center (YEC) merancang dan menguji coba perangkat belajar bahasa Inggris daring yang mudah diakses dan digunakan oleh para tunanetra.
Uji coba ini dilakukan di SLB Yaketunis Yogyakarta. Para siswa tunanetra yang mengandalkan indera peraba dan pendengaran untuk belajar diberikan seperangkat teknologi yang mampu membantu mereka belajar dalam kelas bahasa Inggris tersebut.
Animna Husna selaku Co-Founder YEC mengungkapkan, teknologi saat ini sudah sangat membantu para penyandang disabilitas.
Baca juga: Meski Pandemi Pengentasan Permukiman Kumuh di DI Yogyakarta Tetap Berjalan
Baca juga: Dinas Koperasi dan UMKM DIY Siap Suport Program Desa Mandiri Budaya
"YEC berupaya memelopori pemanfaatan teknologi dengan menyajikan metode dan materi belajar bahasa Inggris yang ramah bagi difabel," ujarnya Selasa (10/11/2020).
Menurutnya, pengembangan program ini dilatarbelakangi semangat untuk menyediakan pendidikan yang inklusif meskipun dilakukan secara daring.
Terdapat tiga siswa tunanetra yang mengikuti simulasi dipandu oleh Miss Jati Siwi sebagai koordinator pengembangan program kelas bahasa Inggris daring ini.
Baca juga: Update Covid-19 di Klaten : 23 Pasien Dinyatakan Sembuh Hari Ini
Baca juga: Dinsos DIY Akan Evakuasi Penghuni Panti di Pakem dan Bimomartani Jika Terjadi Eskalasi Merapi
Para peserta simulasi terdiri atas pelajar berusia 17 tahun ke atas.
Simulasi ini dilakukan guna menampilkan situasi nyata dari program ini.
"Menurut mereka pembelajaran yang dikembangkan oleh YEC dapat mereka ikuti dengan baik. Mereka juga cukup antusias dalam proses pembelajarannya. Kelebihan lainnya mereka dapat belajar melalui gadget yang mereka miliki," tutur Animna. (uti)