Penyelenggara Acara di DI Yogyakarta Wajib Terapkan Protokol Kesehatan
Dalam masa pandemi penerapan protokol kesehatan (Prokes) wajib dilakukan semua masyarakat terlebih bagi para penyelenggara event
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam masa pandemi penerapan protokol kesehatan (Prokes) wajib dilakukan semua masyarakat terlebih bagi para penyelenggara event atau acara yang mengharuskan bersinggungan dengan orang banyak.
Panduan dalam membuat kegiatan pun sudah diatur oleh pemerintah untuk mempermudah penerapan prokes.
Apalagi, wilayah Yogyakarta yang sarat akan budaya dan seni memiliki banyak kegiatan pertunjukan hingga pameran.
Kepala Dinas Kebudayaan, kota Yogyakarta, Yetti Martanti mengatakan, adanya pandemi memaksa setiap penyelenggara acara khususnya pertunjukan atau pameran seni harus mampu beradaptasi.
Baca juga: Dinas Kebudayaan Kulon Progo Sebut Sebelum Perobohan BCB Perlu Adanya Koordinasi
Baca juga: Enam Tujuan Mulia Program Desa Mandiri Budaya Paniradya Kaistimewan DIY
"Pada pranata anyar ini, setiap kegiatan harus mengedepankan prokes. Meskipun, banyak kegiatan yang berorientasi secara daring namun sebagian masih melakukannya secara luring,"jelasnya di acara TalkShow Tribun Jogja, pada Selasa (10/11/2020).
Sesuai dengan anjuran pemerintah yang mengedepankan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) maka setiap penyelenggara acara pun harus mengikutinya.
Penyelenggara acara wajib memenuhi fasilitas penunjang prokes misalnya pengadaan wastafel, hand sanitizer, hingga pengecekan suhu tubuh.
Kemudian, dipastikan semua individu yang terlibat dalam kegiatan mulai dari, panitia, peserta, hingga pengunjung acara terfasilitasi.
"Selain itu, dari sisi materi dan konten juga patut diperhatikan. Pembuat acara harus bijak dalam menyesuaikan materi demgan kondisi pandemi. Sehingga, tidak berpotensi mengakibatkan hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Ia mengatakan, salah satu kegiatan pameran yang dapat dijadikan percontohan bagi penyelenggara acara lain yaitu ArtJogja.
Pameran yang menampilkan karya instalasi dari berbagai seniman baik dalam maupun luar negeri sukses menggelar acara pameran secara virtual dan non-virtual.
"Keberhasilan diselenggarakannya pamaeran ArtJog bisa menjadi percotohan untuk kegiatan lainnya. Karena, dari segi SOP dan panduan teknis mereka menjalankannya dengan baik," terangnya.
Baca juga: UPDATE Kondisi Terkini Gunung Merapi, Terdengar Beberapa Kali Suara Guguran
Baca juga: Jumlah Pengungsi di Magelang Terus Bertambah, Saat Ini Total Menjadi Sebanyak 830 Jiwa
Sementara itu, bagi Kurator ArtJog, Ignatia Nilu mengatakan, meskipun awalnya kesulitan untuk menggelar acara di tengah pandemi namun berangsur para pelaku seni mulai beradaptasi.
"Sekarang kami sudah mulai memahami formatnya cara menggelar acara di tengah pandemi misalnya melalui daring. Namun, tidak menutup kemungkinan membuat acara luring dengan mengedepannya prokesnya," tuturnya