Sepekan Uji Coba Semi Pedestrian, Kualitas Udara di Kawasan Malioboro Membaik
Satu pekan menjalani masa uji coba semi pedestrian, kualitas udara di kawasan Malioboro mengalami perbaikan.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Satu pekan menjalani masa uji coba semi pedestrian, kualitas udara di kawasan Malioboro mengalami perbaikan.
Tidak adanya kendaraan bermotor yang melintas, disebut menjadi penyebab utamanya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto mengungkapkan, beberapa indikator membaiknya kualitas udara Malioboro itu antara lain minimnya CO2, atau karbon dioksida, yang tersebar di sana.
"Indikatornya memang seberapa banyak CO2 yang tersebar. Tapi, ada beberapa komponan lain yang menjadi rujukan ya, bahwa ada perbaikan kualitas udara di Malioboro, tak cuma CO2 saja," ungkapnya, Senin (9/10/2020).
Baca juga: Admisi Promosi UKDW dan BNI Cabang UGM Bersinergi Adakan Bantuan 1.000 Masker
Baca juga: BREAKING NEWS: Pemkab Magelang Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gunung Merapi
Namun, Sugeng menandaskan bahwa penurunan kadar CO2 di kawasan Malioboro selama masa uji coba semi pedestrian ini, sejatinya tak terlalu signifikan.
Sebab, intensitas jalan-jalan siripnya, mengalami peningkatan.
"Kalau secara umum, kita monitoring, itu jelas turun. Tetapi, turunnya tidak signifikan banget ya, karena jalanan yang ada di samping-sampingnya otomatis intensitasnya mengalami lonjakan cukup besar," tandasnya.
Baca juga: Tema Debat Pamungkas Pilkada Gunungkidul: Mengelola Potensi, Mengatasi Risiko
Baca juga: Persiapan Penanganan Bencana, Pemkab Bantul Anggarkan Rp 50 Miliar
"Saat ini, Jalan Gandekan, Jalan Letjen Suprapto, kemudian Jalan Mataram intensitas kendaraannya naik, sehingga geser sebaran karbonnya," tambah Sugeng.
Karena itu, menurutnya, kebijakan uji coba semi pedestrian tersebut memang memberi angin segar bagi pusat ekonomi di Kota Yogyakarta ini.
Namun, meningginya tingkat polusi di sirip-siripnya pun tidak bisa dihindari.
"Jadi yang berkurang (sebaran CO2-nya) hanya di sepanjang jalan Malioboro saja. Makanya, saya bilang ini bisa disebut sebagai pergeseran," cetusnya. (aka)