Tema Debat Pamungkas Pilkada Gunungkidul: Mengelola Potensi, Mengatasi Risiko

Selasa (10/11/2020) besok malam akan dilaksanakan debat ketiga bagi seluruh peserta Pilkada Gunungkidul.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
IST
Informasi mengenai debat ketiga dan terakhir Pilkada Gunungkidul, yang dilaksanakan Selasa (10/11/2020) pukul 19.30 WIB. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Selasa (10/11/2020) besok malam akan dilaksanakan debat ketiga bagi seluruh peserta Pilkada Gunungkidul.

Seluruh pasangan calon (paslon) akan dihadirkan pada debat terakhir ini.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul Andang Nugroho mengatakan tema pasti debat ketiga sudah disiapkan.

"Tema besar debat ketiga adalah 'Mengelola Potensi, Mengatasi Risiko'," kata Andang dihubungi pada Senin (09/11/2020).

Baca juga: Persiapan Penanganan Bencana, Pemkab Bantul Anggarkan Rp 50 Miliar 

Baca juga: Cuaca di DI Yogyakarta Terasa Panas, Begini Penjelasan BMKG

Menurutnya, kata potensi dan resiko dipilih agar publik bisa menilai sejauh mana keempat paslon memandang berbagai permasalahan di Gunungkidul.

Begitu juga dengan solusi dari permasalahan tersebut.

Khusus soal resiko, Andang menyebut maknanya luas.

Bisa jadi nantinya para paslon diminta memberikan solusi berkaitan dengan situasi terkini, yaitu pandemi COVID-19.

"Persoalan COVID-19 ini bisa menjadi bagian dari permasalahan yang perlu dijawab oleh paslon," ujarnya.

Secara teknis, Andang mengatakan mekanisme debat akan berjalan sama seperti debat kedua.

Durasi debat secara keseluruhan tetap berlangsung selama 2 jam 30 menit dan terbagi atas 4 segmen.

Baca juga: Ini Kisah Karir Nicholas Saputra, Biografi Singkatnya Ada Di Sini, di Biodata Ada Nama Aslinya

Baca juga: BPO Gelar Tes Pengukuran Atlet PPLP DI Yogyakarta

Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani meminta agar seluruh paslon menyiapkan debat sebaik-baiknya.

Sebab ini menjadi kesempatan puncak untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja masing-masing.

"Ini jadi ruang strategis untuk penyampaian ke masyarakat, jadi perlu dipersiapkan secara matang," kata Hani.

Ia mengatakan tahapan debat pertama dan kedua sudah berjalan cukup baik.

Satu-satunya perubahan yang dilakukan adalah durasi waktu menjawab tiap peserta saat proses debat berjalan.

Berdasarkan evaluasi, Hani menyebut sejumlah pihak merasa durasi menjawab saat debat pertama terlalu lama.

Masalah waktu ini lantas dibuat lebih efisien di debat kedua lalu.

"Jumlah pertanyaan kami tambah, jadi durasi menjawab secara otomatis juga lebih singkat," jelasnya. (alx)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved