Persiapan Penanganan Bencana, Pemkab Bantul Anggarkan Rp 50 Miliar
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyiapkan anggaran sebesar Rp 50 miliar dari pos Belanja Tak Terduga (BTT).
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
"Bukan hanya Pemerintah, Polres dan Kodim, masyarakat juga perlu antisipatif. Misalnya dengan membersihkan selokan dari sekarang, mencermati kira-kira cukup tidak untuk menampung luapan air hujan. Saya juga sudah minta Dinas Lingkungan Hidup untuk membersihkan sungai-sungai," ujar dia.
Baca juga: Aksi Jambret di Klaten Terekam CCTV, Korban adalah Wanita di Depan Kios Sayur
Baca juga: RAMALAN Shio Besok, Selasa 10 November 2020: Shio Naga Lakukan yang Terbaik, Shio Kambing Sibuk
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto mengatakan, curah hujan tinggi akibat fenomena La Nina diprediksi akan mulai terjadi pada November tahun ini sampai Februari, awal tahun 2021 mendatang.
Sebab itu, anggaran belanja tak terduga yang telah disiapkan oleh Pemerintah, apabila tidak habis, maka akan dianggarkan juga untuk tahun depan.
"Anggaran BTT ini tidak harus habis di tahun ini, sisa anggaran bisa digunakan tahun berikutnya," jelas dia.
Menurut dia, sejumlah ancaman bencana yang perlu diwaspadai akibat fenomena La Nina, di antaranya, banjir, tanah longsor, angin puting beliung, angin kencang, pohon tumbang dan gelombang tinggi pantai selatan.
Hal ini belum lagi ancaman dari erupsi Gunung Merapi yang sudah dinaikan statusnya dari Waspada ke Siaga.
Meski tidak terdampak langsung, namun menurut dia, kondisi curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan Bantul menjadi muara dari banjir lahar dingin.
"Sama seperti erupsi besar 2010 lalu, kita akan menyiapkan penampungan bagi pengungsi warga Bantul yang terdampak erupsi Merapi. Seperti (misalnya) warga di bantaran sungai," katanya.
Baca juga: BPO Gelar Tes Pengukuran Atlet PPLP DI Yogyakarta
Baca juga: Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud, Lengkap dengan Artinya
Sementara itu, untuk menanggulangi bencana, Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono mengaku telah menyiapkan 250 personel dari personel Polres dan Polsek jajaran.
Selain itu, sejumlah sarana dan prasarana pendukung juga telah disiapkan. Bahkan, mobil patroli keliling Kepolisian masing-masing telah dibekali dengan senso atau gergaji mesin pemotong pohon.
Hal itu untuk persiapan, manakala sedang berkeliling kemudian ada pohon tumbang.
"Kita juga memiliki mobil SAR. Kemudian dua perahu karet dan ada jetski. Semuanya siap digunakan," ujar dia. (Rif)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pjs-bantul-dll.jpg)