Penanganan Covid
BREAKING NEWS: 1 ASN Pemkot Yogyakarta Positif Covid-19, 12 Orang Jalani Swab
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta dinyatakan positif terpapar Covid-19.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta dinyatakan positif terpapar Covid-19.
Berdasar informasi yang diperoleh Tribun Jogja, satu ASN tersebut berasal dari Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta.
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan, yang bersangkutan diketahui tertular Virus Corona, seusai suaminya meninggal dunia 10 Oktober 2020 lalu dengan status positif Covid-19 yang disertai penyakit penyerta, atau disebut komorbid.
"Kita dapat awal dari keluarga, karena suaminya terpapar, dan meninggal dunia, ada komorbid. Kemudian, keluarganya kita swab semua, ada dua yang positif, yakni istri dan anak bungsu. Sementara anaknya yang satu lagi, dinyatakan negatif," ungkapnya, Kamis (22/10/2020) sore.
Baca juga: Gelombang Pasang Hantam Warung Kuliner Pantai Selatan Bantul, Penjual Sebut Ini yang Terbesar
Baca juga: Gubernur DI Yogyakarta Soal Vaksin Covid-19, Tahap Pertama untuk Usia 18 Hingga 59 Tahun
Heroe pun menegaskan, pihaknya langsung bergerak cepat setelah muncul kasus di lingkungan Pemkot Yogyakarta ini.
Yakni, dengan menginstruksikan dua bidang di Diskominfo yang dianggap ada interaksi intens dengan pasien, untuk menjalani karantina, atau isolasi mandiri.
"Langsung kita lakukan blocking di dua bidang, peliputan, serta media massa. Saat ini, sudah kita lakukan swab test terhadap teman-teman Diskominfo. Total ada 12 orang, hasilnya swab negatif semua," tandas Heroe.
"Memang, begitu ada kasus, langsung kita upayakan segera blocking, tracing, serta swab test secara cepat pada kontak eratnya, untuk memastikan tidak ada sebaran di kantor," imbuh Wakil Wali Kota Yogyakarta tersebut.
Bahkan, langkah itu tidak hanya diterapkan untuk jajaran Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian saja, karena yang bersangkutan diketahui memiliki kontak erat dengan sejumlah pejabat di luar instansinya.
Alhasil, tracing yang dilakukan Dinas Kesehatan semakin meluas.
Baca juga: UPT Malioboro Bakal Tambah Personel Penjaga di Masa Libur Panjang
Baca juga: Pemda DI Yogyakarta Optimis Libur Panjang Dapat Tingkatkan Ekonomi Lewat Belanja Wisatawan
"Termasuk saya (ada kontak erat dengan pasien), karena sempat rapat dengan yang positif itu. Dua kali ya, di kantor dan rumah makan. Saya juga langsung diswab waktu itu, alhamdulillah hasilnya negatif," jelas Heroe.
Sekadar informasi, kemunculan kasus positif Covid-19 di lingkungan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta ini, bukanlah yang pertama.
Sebab, pada kisaran bulan Agustus lalu, ditemukan pula kasus serupa yang memapar seorang tenaga teknis peliputan.
Walau begitu, Heroe mengaku bersyukur, lantaran deretan kasus yang terjadi di internal Pemkot Yogyakarta tersebut, tak sampai meluas dan menjadi sebuah klaster penularan yang masif.
Ia menilai, fenomena itu sedikit banyak disebabkan oleh penerapan protokol kesehatan yang baik.
"Di Pemkot sudah beberapa kali kena, tapi tidak menyebar luas. Baik yang terjadi di Dinkes, Kominfo yang kemarin dan sekarang, kemudian Dinas Kebudayaan. Termasuk di Puskesmas, yang tidak menyabar secara luas, sehingga tidak sampai menjadi klaster penularan," ungkapnya.
"Mudah-mudahan ya, itu karena teman-teman menerapkan protokol kesehatan dengan baik sehingga tidak ada sebaran di kantornya. Bahkan, yang Kominfo ini, teman-teman satu ruangannya pun tidak tertular," imbuh Heroe. (aka)
Catatan Redaksi: Bersama kita lawan virus corona. Tribunjogja.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu 3M:
- Wajib Memakai masker
- Wajib Menjaga jarak dan menghindari kerumunan
- Wajib Mencuci tangan dengan sabun