Aksi Tolak Omnibus Law
Polresta Yogyakarta Bantah Tak Kooperatif Terkait Penangkapan Sejumlah Demonstran Omnibus Law
Polresta Yogyakarta menyebut, langkah pengamanan dilakukan guna mencegah aksi ricuh menyebar dan upaya kondusifitas dapat terjaga.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polresta Yogyakarta membantah melakukan tindakan tidak kooperatif dan terkesan menutup informasi terkait penangkapan sejumlah demonstran pengunjuk rasa tolak Omnibus Law berujung ricuh di seputaran Malioboro.
Polisi menyebut, langkah pengamanan dilakukan guna mencegah aksi ricuh menyebar dan upaya kondusifitas dapat terjaga.
"Nggak ada itu (menutup informasi). Kemarin kan sudah datang pihak keluarga dan ini kita sudah fasilitasi karena kemarin masih proses pemeriksaan. Sekarang sudah kami catat dari pihak keluarga dan akan segera kami pulangkan," kata Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, AKP Riko Sanjaya, Jumat (9/10/2020).
Riko menyatakan, sejumlah demonstran yang ditangkap juga akan dibebaskan hari ini.
• Polresta Yogyakarta Bakal Pulangkan Sejumlah Demonstran Hari Ini
Polisi mewajibkan mereka untuk dibina dan membuat pernyataan agar tidak lagi mengulang insiden tersebut.
Ditambahkan, memang saat itu polisi cukup kesulitan dalam mengatur pertemuan dengan keluarga demonstran yang diamankan.
Hal itu dikarenakan oleh jumlah personel yang bertugas dan polisi mengaku telah menginformasikan kepada keluarga terkait anggota keluarga maupun kerabat yang diamankan.
"Karena kekurangan personel malam itu jadi kami agak kurang koordinasi, tapi tadi semua kan sudah diinfokan. Sudah dikoordinasikan," lanjutnya.
Meski demikian masih terdapat sejumlah demonstran yang belum diketahui keberadaannya.
• Polresta Yogyakarta Pidanakan Empat Terduga Pelaku Kericuhan Tolak Omnibus Law
Hingga berita ini ditulis data yang dilaporkan oleh tim hukum ARB terkait jumlah keluarga yang melapor dan jumlah demonstran yang ditangkap oleh polisi berbeda.
Kasubag Humas Polresta Yogyakarta, AKP Sartono menyatakan bahwa, pihaknya belum mengetahui terkait perbedaan data itu.
Dirinya menyarankan agar keluarga maupun kerabat demonstran yang belum diketahui keberadaannya untuk segera melapor ke pihak kepolisian.
"Dilaporkan saja, nanti kami coba lacak dan bantu bagaimana penanganannya," pungkas dia. (TRIBUNJOGJA.COM)