Sleman
Tiga Cabup-cawabup Sleman Miliki Cara Berbeda untuk Kampanye
Tiga calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Sleman memiliki strategi masing-masing untuk melakukan kampanye.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Meski lebih banyak melakukan kampanye secara luring, paslon nomor urut 2 tersebut juga akan melakukan kampanye daring.
Sementara itu, Calon Bupati Sleman Nomor Urut 3, Kustini Sri Purnomo mengungkapkan metode kampanye yang dilakukan adalah daring dan luring.
Menurut dia, metode daring dan luring saling melengkapi.
Metode luring digunakan untuk menjangkau konstituen yang belum bisa mengakses teknologi.
Sedangkan, daring dimanfaatkan untuk menjaring suara generasi muda.
• Pilkada di Tengah Pandemi, Bahan Kampanye Lebih Baik Dicetak dalam Bentuk APD
"Kami manfaatkan metode daring dan luring. Kalau orang yang sudah sepuh-sepuh kan tidak semua bisa mengakses teknologi. Ya tetap harus kita sapa. Tetapi tentu saja protokol kesehatan harus tetap ditaati,"ungkapnya.
"Metode daring juga kami manfaatkan, memakai media sosial yang sudah ada. Terutama untuk menjaring aspirasi anak muda. Di Sleman itu 10 sampai 15 persen adalah anak muda, tentu kami harus mengakomodasi keinginan anak muda,"sambungnya.
Selain itu, pihaknya juga menggandeng kader-kader agar upaya pemenangan berjalan optimal.
Menurut dia, setiap kapanewon di Sleman memilik karakter yang berbeda-beda.
Dengan begitu, metode kampanye yang digunakan juga harus berbeda.
Ia optimis dengan kekuatan jejaring yang sudah ada, dapat menjaring suara dan dapat memenangkan di Pilkada Sleman 2020. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)