Penanganan Covid
Kala Anak SD di Magelang Belajar Lewat Siaran Radio, jadi Solusi di Tengah Pandemi Corona
Kala Anak SD di Magelang Belajar Lewat Siaran Radio, jadi Solusi di Tengah Pandemi Corona
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pembelajaran melalui siaran radio di Kabupaten Magelang mulai dilaksanakan, Selasa (6/10/2020).
Siswa belajar dan menyimak dari rumah, materi pelajaran yang diajarkan langsung oleh guru dari stasiun radio Gemilang FM dengan frekuensi 96,8 MHz.
Seperti yang juga dilaksanakan oleh siswa SD Islam Al Umar Ngargosoka, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Mereka sudah belajar dengan siaran radio ini.
Guru SD Islam Al Umar Ngargosoka, Agus Wahid, mengatakan, para siswa di sekolahnya sudah melangsungkan pembelajaran melalui radio ini. Ia mengapresiasi metode belajar via radio ini.
Materi yang disampaikan padat dan jelas.
"Alhamdulillah bagus. Ya solusi paling bagus selain dari YouTube. Materinya juga bagus, padat, dan jelas," katanya, Selasa (6/10/2020).
Meski begitu, ada masukan juga terhadap pembelajaran lewat siaran radio ini. Pembelajaran radio hanya satu arah, sehingga siswa hanya mendengarkan saja.
• Masih Belajar Daring, Disdik Sleman Larang Guru Lakukan Belajar Berkelompok
• Berharap Harga Reagen Turun, Pemkab Sleman Ingin Tekan Biaya Tes Swab Agar Lebih Murah
Kemudian, tak semua siswa memiliki kemampuan sama memahami materi pembelajaran jika melalui suara saja.
Selain itu, terkadang siswa terkendala gelombang radio yang terhalang atau tak sampai di tempat tinggalnya yang berjarak cukup jauh.
Namun, sejauh ini metode pembelajaran ini dinilai cukup efektif.
"Hanya saja kekurangannya cuma satu arah itu. Siswa hanya mendengarkan saja. Tak semua kemampuan siswa sama dalam mendengarkan tanpa melihat dan memahami.
Beberapa kendala sinyal frekuensi kurang sip kalau di lokasi agak pelosok. Namun, sejauh ini solusi terbaik untuk pembelajaran daring ya via radio ini," tuturnya.
Sementara itu orangtua siswa dari Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Sumiati, menyambut baik pembelajaran via siaran radio ini.
Anak-anak jadi tertarik untuk belajar. Selain itu, belajar lewat radio ini membantu menghemat kuota internet.
"Lumayan membantu saat pas kuota limit atau saat orangtua tidak standby. Jadi lebih gamblang," kata orangtua siswa yang juga guru SD Negeri Mendut tersebut.