Breaking News:

Kota Yogya

Shelter Rusunawa Bener Sempat Mati Listrik, Dinsos Kota Yogya : Kita Sudah Siapkan Genset

Pasien positif corona yang sedang menjalani isolasi pun tak terganggu dengan padamnya listrik, karena segera bisa teratasi oleh genset.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Kepala Dinas Sosial Kota Yogya, Agus Sudrajat. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemkot Yogyakarta menyebut tidak ada kendala berarti selama dua pekan pengoperasian shelter bagi orang tanpa gejala Covid-19 di Rusunawa Bener, Tegalrejo.

Satu-satunya kendala yang sempat dijumpai hanyalah perkara listrik padam beberapa hari lalu.

Namun, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Yogyakarta Agus Sudrajat memastikan hal tersebut tidak sampai mengganggu kenyamanan pasien yang menjalani isolasi mandiri di shelter.

Sebab, pihaknya telah mengantisipasi situasi semacam ini dengan menyiapkan sebuah genset besar.

Kebutuhan Logistik Pasien OTG di Shelter Rusunawa Bener Bakal Dipenuhi Dapur Umum Posko Tagana

"Alhamdulillah tidak ada halangan berarti ya, kemarin cuma sempat ada listrik mati. Tapi, untuk mengantisipasinya, kita sudah siapkan genset. Ukurannya besar, 150 kva, sehingga tidak masalah," ucapnya, Senin (5/10/2020).

Alhasil, pasien positif corona yang sedang menjalani isolasi pun tak terganggu dengan padamnya listrik, karena segera bisa teratasi oleh genset.

Namun, perkara anyar kemudian muncul, lantaran suara bising yang muncul dari genset tersebut, dikeluhkan masyarakat sekitar.

"Ya, ternyata ada keluhan dari penduduk di sekitar shelter, mereka mengeluh karena (suara) gensetnya mengganggu. Makanya, kemudian kita buatkan peredam untuk genset, supaya warga tidak terganggu," katanya.

Agus yang didapuk sebagai penanggungjawab Shelter Bener juga menyatakan bakal terus melakukan evaluasi, agar lokasi karantina ini, benar-benar sempurna.

Dalam artian, nyaman ditempati pasien, sekaligus petugas lintas instansi yang mengemban amanat di Shelter Bener ini.

Tujuh OTG Covid-19 di Rusunawa Bener Dinyatakan Sembuh

"Termasuk untuk pos bagi petugas keamanan ya, karena di sana kan ada dari Linmas, Satpol PP, hingga TNI-Polri yang berjaga. Gardunya saat ini terlampau kecil, kasihan kalau nanti hujan. Rencananya akan kita buatkan tempat jaga khusus di bagian depan itu," terangnya.

"Untuk menunjang aktivitas teman-teman keamanan, kita juga support mereka dengan multi vitamin secara rutin. Kita juga sudah koordinasikan dengan teman-teman dari (Dinas) Kesehatan, untuk melakukan pengecekan kesehatannya secara berkala," tambah Agus.

Sementara mengenai penanganan pasien, ia memastikan, sampai sejauh ini pihaknya juga tidak menemui kendala berarti.

Bahkan, hingga hari ini, tidak ada pasien yang menunjukan gejala sehingga harus dilarikan menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

"Artinya, semua bisa ditangani. Mereka menyelesaikan masa isolasi mandiri dengan baik, sehingga tinggal 5 pasien saja di shelter, dari total 29 orang yang sudah menjalani isolasi. Hari ini, ada 6 orang boleh pulang," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved