Kenali 13 Penyebab Benjolan di Punggung, Mulai Abses, Kutil Hingga Kanker

Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab benjolan di punggung muncul, mulai dari infeksi, reaksi alergi, gangguan kulit, termasuk kanker

Editor: Rina Eviana
Thinkstock
Ilustrasi 

Abses kulit adalah kantong besar nanah yang terbentuk tepat di bawah kulit. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri yang berada di bawah kulit, biasanya melalui luka kecil atau goresan, dan mulai berkembang biak.

Gejala abses kulit antara lain berupa:

-Benjolan nanah yang besar

-Benjolan berwarna merah

-Bengkak

-Nyeri di bagian tubuh mana pun di bawah kulit yang terkena

Mungkin ada demam, menggigil, dan nyeri tubuh akibat infeksi Jika tidak ditangani, ada risiko abses membesar, menyebar, dan menyebabkan penyakit serius.

Diagnosis abses kulit dapat dilakukan melalui pemeriksaan fisik. Abses kecil bisa sembuh dengan sendirinya, melalui sistem kekebalan tubuh. Tetapi, beberapa abses mungkin perlu dikeringkan atau “ditusuk” di ruang perawatan dokter agar nanah dapat dibersihkan. Selain itu, antibiotik biasanya juga diresepkan.

Menjaga kebersihan kulit dan senantiasa menggunakan pakaian serta handuk bersih dapat membantu memastikan abses tidak kambuh.

8. Karsinoma sel basal

Karsinoma sel basal adalah bentuk kanker kulit yang tumbuh lambat.

Kanker kulit sendiri terbagi dalam dua kelompok besar, yakni non-melanoma dan melanoma. Karsinoma sel basal adalah jenis kanker kulit non-melanoma. Gejala utama karsinoma sel basal di antaranya yakni: Perubahan wujud kulit Benjolan merah muda atau merah Benjolan kecil di punggung dan bisa juga di wajah Benjolan tidak nyeri Benjolan semakin membesar

9. Kutil

Kutil atau dapat disebut sebagai veruka dapat muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk punggung.

(Kutil yang tumbul di punggung biasanya berukuran kecil, kasar, dan membulat di lapisan atas kulit. Kutil ini bisa muncul sendiri atau dalam kelompok. Kutil biasa disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) dan menular melalui kontak langsung.

Benjolan ini dapat menyebar dari satu tempat di tubuh ke tempat lain hanya melalui sentuhan.

10. Bisul (furunkel)

Bisul adalah infeksi pada folikel rambut. Infeksi terbentuk di bawah kulit di akar rambut dan dapat terjadi di mana saja di tubuh. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri, paling sering yakni Staphylococcus aureus. Iritasi yang disebabkan oleh pakaian atau hal lain yang menggosok kulit dapat menyebabkan kulit rusak dan memungkinkan bakteri masuk. Bakteri staph sendiri bisa ditemukan di mana-mana.

Sering mencuci tangan dan selalu menjaga kebersihan badan akan sangat membantu mencegah penyebaran bisul. Orang yang paling rentan terkena bisul adalah mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah, pengidap diabetes; dan infeksi kulit lainnya.

Gejala bisul, antara lain berupa: Benjolan tunggal di bawah kulit Timbul nyeri Benjolan berwarna merah Berisi nanah Penting untuk mengobati bisul, karena infeksi dapat menyebar ke aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Diagnosis dibuat melalui pemeriksaan fisik dan terkadang sampel cairan dari bisul. Perawatan mungkin melibatkan sayatan dan drainase infeksi, diikuti dengan krim untuk dioleskan ke tempat bisul dan / atau pengobatan antibiotik. 

Apa Bedanya Kanker, Tumor Ganas dan Tumor Jinak? Ini Penjelasannya

11. Jerawat

Tak hanya bisa berkembang di wajah, benjolan jerawat juga bisa muncul di punggung. Secara medis, jerawat adalah erupsi kulit kecil yang berisi minyak, sel kulit mati, dan bakteri.

Jerawat sering kali muncul pertama kali saat pubertas, ketika hormon meningkatkan produksi minyak di kulit dan terkadang menyumbat pori-pori. Maka dari itu, orang yang paling rentan terkena jerawat adalah remaja berusia sekitar 13 hingga 17 tahun.

Gejala jerawat di antaranya yakni:

-Berupa pori-pori tersumbat yang mungkin tampak datar dan hitam di permukaan, karena minyak menjadi gelap saat terpapar udara

-Berupa pori-pori tersumbat yang tampak putih di permukaan karena tertutup oleh sel kulit mati Lepuh bengkak Berwarna kuning-putih

-Berisi nanah yang dikelilingi oleh kulit yang memerah Pecahnya jerawat pada kulit dapat menyebabkan rasa sakit serta ketidaknyamanan pada kulit.

Tak hanya itu, pecahnya jerawat juga dapat memunculkan bekas jerawat yang bisa mengganggu penampilan.

Penyedia medis dapat membantu menangani kondisi tersebut, terkadang melalui rujukan ke dokter kulit. Diagnosis jerawat dibuat melalui pemeriksaan fisik.

Perawatan untuk jerawat antara lain melibatkan: Perbaikan pola makan Menjaga kebersihan kulit, rambut, dan handuk Menggunakan obat jerawat atas saran dokter

12. Melanoma

Melanoma adalah jenis kanker kulit yang paling serius. Seringkali tanda pertama melanoma adalah perubahan dalam ukuran, bentuk atau warna dari tahi lalat atau bintik kulit yang ada

Kebanyakan melanoma memiliki area hitam atau biru kehitaman. Melanoma mungkin juga muncul sebagai tahi lalat baru. Gejala yang selalu terjadi dengan melanoma, yakni fitur atipikal dari benjolan wajah.

13. Angioma ceri

Angioma ceri adalah temuan benjolan kecil, merah, dan tidak berbahaya yang pada umumnya terjadi pada orang lanjut usia (lansia).

Angioma ceri adalah gumpalan sel yang tumbuh berlebihan yang berasal dari bagian dalam pembuluh darah, atau endotel vaskular. Angioma ceri paling sering mulai muncul sekitar usia 40 tahun.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "13 Penyebab Benjolan di Punggung dan Cara Mengobatinya"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved