Gunungkidul

Demi Menghemat Air, Warga Manfaatkan Danau Towet di Girisekar Panggang

Danau Towet yang berada di wilayah antara Pedukuhan Blimbing dan Mendak ini menjadi incaran warga tiap musim kering tiba.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Danau Towet dimanfaatkan warga sekitar untuk aktivitas mandi, mencuci, hingga kebutuhan ternak. Aktivitas tersebut makin sering dilakukan saat musim kemarau seperti ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Gelak tawa dan suara obrolan memecah suara alam di Danau Towet, Kalurahan Girisekar, Panggang, Gunungkidul.

Sejumlah warga yang sebagian besar perempuan tampak sibuk dengan cucian di tangan, duduk di pinggir telaga.

Anak-anak mereka pun ikut meramaikan suasana, berenang ke sana kemari di permukaan telaga tersebut.

Angin yang bertiup semakin menyejukkan suasana yang terasa terik siang itu.

Karni (40), warga yang ada di situ menuturkan aktivitas bersama para tetangganya tersebut rutin dilakukan.

Apalagi saat musim kemarau seperti ini.

Alami Kekeringan, 2 Dusun di Girisekar Panggang Bergantung pada Dropping Air

"Biasanya kami nyuci baju bareng-bareng di sini, sekalian mandi seperti ini," ujar Karni sambil menggosok baju di bebatuan, Selasa (15/09/2020).

Bersama-sama, Karni dan para ibu tersebut berjalan kaki melintasi perbukitan dari Pedukuhan Blimbing, tempat mereka tinggal.

Ember berisi baju yang akan dicuci pun siap di tangan, begitu pula handuk yang digunakan untuk mandi.

Terkadang, Karni memilih untuk mandi di rumah.

Sebab Pedukuhan Blimbing saat ini sudah teraliri air dari PDAM.

Aktivitas di Danau Towet ini sekadar membunuh waktu untuk bercengkrama dengan tetangganya.

"Sekalian buat hemat air di rumah, karena sekarang kan lagi musim kering," kata Karni.

Tak hanya untuk urusan mandi dan cuci, air di telaga juga dimanfaatkan untuk keperluan ternak.

Seperti yang dilakukan Ngatemi (59).

Sambil berjongkok ia mengisi jerigen dengan air dari Danau Towet, tak jauh dari Karni dan teman-temannya.

Kekeringan Mulai Meluas, 262 Pedukuhan di Gunungkidul Mulai Kesulitan Air Bersih

Ngatemi menjelaskan air tersebut digunakan untuk minum ternak sapinya.

Kandang sapi milik Ngatemi berada tak jauh dari telaga.

Namun toh ia tetap harus bolak-balik mengisi jerigen berkapasitas 20 liter tersebut.

"Saya bisa bolak-balik sampai 5 kali buat minum 4 ekor sapi saya itu," ungkap Ngatemi.

Danau Towet yang berada di wilayah antara Pedukuhan Blimbing dan Mendak ini menjadi incaran warga tiap musim kering tiba.

Lurah Girisekar Sutarpan mengungkapkan hanya telaga ini yang airnya tak pernah kering meski kemarau.

Ia bahkan menyebut air Danau Towet pernah dimanfaatkan untuk minum warga.

Namun fungsi tersebut sudah ditinggalkan sejak puluhan tahun lalu, mengingat kondisi air telaga tak layak lagi dikonsumsi.

"Kalau di era 90-an airnya bisa diminum, tapi sekarang hanya untuk mandi, cuci, dan kebutuhan ternak warga," kata Sutarpan.

Kekeringan di Tengah Pandemi, Pemda DIY akan Dropping Air Bersih Lebih Banyak

Saat ini, 2 dari 9 pedukuhan di wilayah Girisekar mengalami krisis air.

Warga di dua pedukuhan itu pun bergantung pada dropping air dari BPBD Gunungkidul hingg pihak ketiga.

Sedangkan 9 pedukuhan lainnya sudah teraliri PDAM.

Seperti yang diungkapkan Karni, Sutarpan menyebut pemanfaatan Danau Towet sebagai upaya warga untuk menghemat air.

Apalagi telaga ini menjadi satu-satunya sumber air yang tak pernah kering.

"Selain menghemat air, aktivitas di Danau Towet juga menjadi tradisi warga dalam menjaga keguyuban satu sama lain," jelas Sutarpan. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved