Yogyakarta

Kekeringan di Tengah Pandemi, Pemda DIY akan Dropping Air Bersih Lebih Banyak

Kepala BPBD DIY sekaligus Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menegaskan bahwa pihaknya siap menghimpun dan menyalurkan air bersih ke daerah yang membutu

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM.COM, YOGYA - Kekeringan telah melanda beberapa daerah di DIY, baik di Gunungkidul maupun Kulonprogo.

Menyikapi hal tersebut, Kepala BPBD DIY sekaligus Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menegaskan bahwa pihaknya siap menghimpun dan menyalurkan air bersih ke daerah yang membutuhkan, lebih banyak dari tahun lalu sebelum dihajar pandemi.

"Sebetulnya teman-teman sudah memetakan, mengidentifikasi. Kali ini teman-teman lebih banyak memfasilitasi karena masyarakat yang dulu secara sukarela membantu, tapi karena perusahaan kondisi mereka juga seperti ini, nanti kitalah yang akan lebih banyak ngedrop," ungkapnya ketika ditemui di Kepatihan, Rabu (2/9/2020).

Berdasarkan proyeksi luasan wilayah yang dilanda kekeringan, berdasarkan data terakhir yang ia terima, jumlahnya tidak sebanyak kekeringan saat 2019 silam.

Musim Kering, Kera di Suaka Margasatwa Paliyan Dapat Dropping Air untuk Minum

"Evaluasi terakhir masih banyak 2019. Kalau kita lihat dari laporan-laporan yang masuk, lebih banyak kemarin (2019) sampai hari ini (2/9/2020)," ucapnya.

Terkait anggaran dropping air bersih, Aji menjamin bahwa pihaknya tidak akan kekurangan.

Hal tersebut lantaran pos anggaran untuk menangani kekeringan berasal dari sumber yang sama untuk penanganan Covid-19 yakni Belanja Tak Terduga (BTT).

"Kekeringan ini kan juga bencana. Tinggal koordinasi dengan kabupaten/kota. Nanti kalau (kekeringan) lokal, di kabupaten itu membuat pernyataan (penanganan) di kabupaten dulu," ungkap Aji.

Pemkab Kulon Progo Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan

Berdasar data BPBD Gunungkidul, per Agustus 2020 wilayah Kabupaten Gunungkidul tengah mengalami dampak kekeringan yang cukup luas, dengan jumlah terdampak mencapai 109.648 jiwa dan tersebar di 10 kecamatan.

Dengan rincian per Kecamatan Girisubo (21.718 jiwa), Rongkop (9.902 jiwa), Tepus (12.441 jiwa), Tanjungsari (20.071 jiwa), Paliyan (16.978 jiwa), Purwosari (4.327 jiwa), Panggang (19.315 jiwa), Ponjong (2.702 jiwa), Semanu (1.244 jiwa) dan Saptosari (950 jiwa).

Tahap pertama dropping air bersih dilakukan di Desa Girisekar, Kecamatan Panggang dengan menerjunkan dua armada truk tangki berkapasitas 4.000 liter dan 5.000 liter.

"Masing-masing truk akan mengangkut 4 kali air bersih per hari untuk disalurkan kepada warga di Desa Girisekar yang sedang mengalami kesulitan air bersih sejak empat bulan terakhir," jelas Koordinator program droping air ACT DIY Leta.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved