Breaking News:

Kota Yogyakarta

Revitalisasi Pedestrian, Pemkot Yogya Belum Putuskan Nasib PKL di Jalan KHA Dahlan

Sebagai imbas proyek revitalisasi pedestrian, para pelaku usaha kecil itu pun terancam bakal kehilangan sumber penghidupannya.

TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Suasana pembangunan pedesterian di jalan KH.Ahmad Dahlan yang menjadi proyek pemerintah Yogyakarta mulai dilakukan, Senin (14/9/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta belum memutuskan nasib para pedagang kami lima (PKL) di kawasan Jalan KHA Dahlan.

Sebagai imbas proyek revitalisasi pedestrian, para pelaku usaha kecil itu pun terancam bakal kehilangan sumber penghidupannya.

Kepala Bidang (Kabid) Binamarga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta, Umi Akhsanti berujar, saat ini proyek pedestrian di sisi selatan Jalan KHA Dahlan sudah mulai digarap. Tetapi, Pemkot belum ada kebijakan soal penataan PKL di sana.

"Penataan PKL itu nanti, setelah pedestrian selesai digarap. Jadi, kami masih menunggu kebijakan Pemkot," terangnya, ketika dikonfirmasi Senin (14/9/2020).

Terkena Proyek Pedestrian, Pemilik Angkringan Jalan KH Ahmad Dahlan Minta Lahan Pengganti

Sementara Lurah Ngampilan, Tur Arya Warih menuturkan, sampai sejauh ini pihaknya belum menerima informasi soal masa depan PKL di wilayahnya.

Menurutnya, sosialisasi baru sebatas rencana pekerjaan, sehingga belum menyentuh bahasan penataan pedagang kaki lima.

"Kalau selama pengerjaan, PKL memang harus berhenti (berdagang). Jadi, yang disosialisasikan kemarin itu baru terkait rencana pekerjaan," terangnya.

Lima Angkringan di Jalan KH Ahmad Dahlan Yogyakarta Dipindah sementara untuk Pembangunan Pedesterian

Oleh sebab itu, pihaknya pun masih menanti kebijakan dari Pemkot Yogyakarta.

Terlebih, mengenai proses perizinan dan pembinaan PKL, kewenangan selama ini berada di tangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Oleh sebab itu, kecamatan tidak bisa ambil keputusan.

"Namun, secara prinsip, kalau sudah dijadikan pedestrian, harusnya kan bebas dari parkir dan (pedagang) kaki lima. Tapi, kita tunggu dulu dawuh Pemkot," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved