Kriminalitas
Dua Bulan Tak Ada Kejelasan, Orangtua Pelecehan Seksual Tuntut Keadilan
Orangtua korban telah memberikan bukti visum psikiatrum, namun hingga dua bulan berlalu kasus yang dilaporkan tak kunjung menemukan hasil.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Hati ibu mana yang tak hancur ketika anaknya menjadi korban pelecehan seksual.
Perempuan berinisial Y (45) tersebut tak kuasa menahan tangis ketika menceritakan pelecehan anak bungsunya yang berusia 9 tahun itu.
"Peristiwa terjadi pada 11 Juli, adek (korban) baru cerita satu hari setelah kejadian. Adek cerita, kalau mau pinjam sepeda di rumah tetangga. Tetapi adek dikurung di kamar anak sulung tetangga. Adek disuruh membuka celana tapi tidak mau. Lalu pelaku yang membuka celana dan terjadi pelecehan itu," katanya sambil menangis tersedu-sedu.
"Setelah kejadian, adek baru cerita. Dia minta maaf, megangin tangan sambil menangis. Adek diancam, kalau memberitahu kejadian itu, mama dan papa akan dibunuh," sambungnya patah-patah menahan tangis.
• Korban Pelecehan Seksual Berkedok Riset Swinger Diduga Mencapai 50 Orang
Bukan tidak ada upaya, pihaknya bergegas melaporkan peristiwa tersebut pada polisi.
Ia melaporkan kejadian itu ke Polres Sleman pada 15 Juli 2020.
Namun sayangnya hingga kini tidak perkembangan penyelidikan.
Ibu tiga anak itu telah memberikan bukti visum psikiatrum, namun hingga dua bulan berlalu kasus yang dilaporkan tak kunjung menemukan hasil.
Tak ada permintaan lain, ia hanya ingin kasus tersebut segera ditangani dan pelaku segera ditangkap.
Hatinya sakit ketika harus melihat pelaku masih berkeliaran di sekitar rumahnya.
"Adek sudah lebih dari lima kali ke psikiater, tetapi ceritanya selalu sama. Apakah anak saya berbohong? Hati saya sakit ketika anak saya harus menceritakan hal yang sama. Saya capek, sudah sabar menunggu tidak ada hasil,"ujarnya.
Kekecewaan juga dirasakan oleh ayah korban, E (51).
Warga Gamping, Sleman tersebut merasa polisi tidak berbuat banyak.
Selama proses penyelidikan, justru ia yang berusaha mencari bukti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dua-bulan-tak-ada-kejelasan-orangtua-pelecehan-seksual-tuntut-keadilan.jpg)